Menu

Mode Gelap
Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mikro Koperasi Desa Jadi 8 Persen Presiden Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30–200 GT IHSG Masih Bisa Tumbang Gejala Indonesia Ambruk CBA Curigai Intervensi di Balik Penghentian Kasus Korupsi MBG oleh Kejagung Redam Rivalitas Antarlembaga, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Tunjukkan Kepemimpinan Negarawan

POLITIK

Gejala Indonesia Ambruk

badge-check


					Foto: Amien Rais/tangkapan layar Perbesar

Foto: Amien Rais/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta- Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Prof. Amien Rais, memperingatkan bahwa Indonesia tengah menunjukkan gejala keambrukan di berbagai lini kehidupan bernegara, mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah, larinya investor asing, tutupnya sejumlah pabrik, hingga dugaan pencucian uang oleh pejabat tinggi Kejaksaan Agung. Pernyataan itu disampaikan Amien Rais melalui kanal YouTube pribadinya yang diunggah Senin (13/7/2026).

Dalam pernyataannya, Amien Rais menyoroti pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura yang menurutnya terus berlanjut dalam sebulan terakhir tanpa titik terang. Ia menyebut nilai tukar dolar AS telah menembus level Rp18.000, yang menurutnya membebani belanja negara untuk komoditas impor seperti gandum, kedelai, gula, garam, dan daging.

“Tidak usah jadi ekonom, orang seperti saya pun bisa membaca arah kecenderungan ekonomi kita yang semakin semrawut,” kata Amien Rais.

Investor Asing Ramai-ramai Melepas Aset

Amien Rais juga mengutip pemberitaan Kompas.com edisi 8 Juni 2026 yang menyebut adanya fenomena “sell Indonesia, jual Indonesia” seiring derasnya aliran keluar dana asing. Ia menilai pelemahan rupiah dan koreksi tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencerminkan menurunnya kepercayaan investor terhadap kepastian kebijakan di dalam negeri.

Ia turut mempersoalkan lambannya penyelesaian laporan keuangan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk tahun 2025, yang menurutnya belum juga rampung meski badan tersebut mengelola aset senilai sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp18.000 triliun. Amien Rais mempertanyakan penyebab keterlambatan itu dan menyinggung posisi mantan Presiden Joko Widodo sebagai salah satu anggota dewan pengawas Danantara, seraya melontarkan kritik tajam dan personal terhadap Jokowi yang disebutnya masih aktif bermain politik.

Pabrik Hengkang, Ribuan Karyawan Kena PHK

Merujuk sejumlah pemberitaan media, Amien Rais menyebut sudah ada daftar pabrik yang hengkang dari Indonesia sejak awal 2025 sebagaimana dilaporkan Ekonomi.bisnis.com pada 5 Maret 2025, yang menurutnya menyebabkan puluhan ribu karyawan kehilangan pekerjaan. Ia juga mengutip laporan Inilah.com soal dua produsen komponen otomotif yang berencana pindah ke Vietnam, serta pemberitaan CNBC Indonesia pada 23 Juni 2026 tentang dua pabrik komponen otomotif asal Jepang yang menutup operasinya di Indonesia dan mem-PHK sekitar 7.000 pekerja.

Dugaan Korupsi di Kejaksaan Agung

Amien Rais menyoroti apa yang ia sebut sebagai persoalan paling serius saat ini, yakni dugaan praktik korupsi di sejumlah lembaga penegak hukum, termasuk TNI, Polri, dan Kejaksaan Agung. Ia secara khusus menyinggung kasus seorang pejabat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang diduga terlibat pencucian uang dengan aset berupa uang tunai dalam mata uang dolar Amerika dan dolar Singapura senilai ratusan miliar rupiah, 74 kilogram emas batangan, serta sejumlah rumah mewah.

Ia meminta Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini dan tidak membiarkan pejabat yang diduga terlibat korupsi lolos dari jerat hukum. “Prabowo, do your job as president seriously, jangan hanya ledah-ledeh,” ujarnya.

Singgung Program Cetak Sawah di Papua

Dalam kesempatan yang sama, Amien Rais memberikan masukan terkait program cetak sawah di wilayah Papua, termasuk Merauke, Papua, dan Papua Barat Daya, yang mencakup ratusan ribu hektare lahan dan berada di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Ia menilai para ketua dan kepala suku masyarakat adat Papua tampak belum dilibatkan secara memadai dalam musyawarah perencanaan program tersebut, meski pemerintah telah memberikan jaminan bahwa mayoritas tenaga kerja proyek akan berasal dari warga Papua sendiri.

Amien Rais mengaitkan kekhawatirannya itu dengan pesan yang menurutnya terkandung dalam film dokumenter “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita”, yang menurutnya menggambarkan kesan proyek cetak sawah berskala besar sebagai keputusan sepihak dari pemerintah pusat tanpa musyawarah dengan tokoh masyarakat Papua setempat.

Peringatan bagi Pemerintah

Menutup pernyataannya, Amien Rais menyampaikan kekhawatiran bahwa akumulasi persoalan ekonomi dan hukum yang ia paparkan dapat berujung pada keruntuhan Indonesia apabila tidak segera ditangani. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk merenungkan kondisi tersebut dan mendoakan agar situasi tidak semakin memburuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mikro Koperasi Desa Jadi 8 Persen

14 Juli 2026 - 22:39 WIB

Regulasi Tokenisasi Aset Digital di Indonesia Dinilai Masih Perlu Perkuat Perlindungan Investor

13 Juli 2026 - 22:17 WIB

Mahfud: Kapolri dan Jaksa Agung Memang tak Pernah Mau Duduk Bareng

13 Juli 2026 - 10:41 WIB

Populer POLITIK