Menu

Mode Gelap
Sukses B50, Pemerintah Kejar Mandatori Bioetanol Mulai 2027 Filosofi Angka 8 di Balik Tanggal Peluncuran B50 Subsidi B50 untuk Nelayan di Atas 30 Ton Disiapkan dari Dana BPDPKS Prabowo Targetkan Pembangunan PLTS 100 Gigawatt dalam Dua Tahun Uji Coba 6 Bulan, Bahlil Sebut Kualitas B50 Lebih Baik dari B40 Prabowo Singgung Mental “Kepiting”, Ajak Bangsa Hargai Prestasi Sendiri

ENERGI

Ketahanan Energi Prabowo Dinilai Kontradiktif

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta- Konsep ketahanan energi pemerintah dinilai bertolak belakang dengan kondisi sistem kelistrikan nasional yang masih bergantung pada pembangkit batu bara dan jaringan tersentralisasi.

Direktur Program Trend Asia Ahmad Ashov Birry mengatakan sistem seperti itu justru semakin rentan terhadap cuaca ekstrem, krisis iklim, hingga gangguan pasokan energi fosil.

“Ketahanan tidak bisa dicapai dengan sentralisasi. Yang lebih tahan justru sistem energi yang terdesentralisasi,” katanya dalam podcast YLBHI yang tayang Senin (6/7/2026).

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi besar mengembangkan energi surya, angin, air, hingga mikrogrid berbasis komunitas.

Namun berbagai insentif terhadap energi terbarukan justru dicabut, sementara dukungan terhadap batu bara tetap besar melalui subsidi dan berbagai kemudahan.

Birry menilai pemerintah seharusnya menjadikan transisi energi sebagai strategi memperkuat ketahanan nasional, bukan mempertahankan dominasi energi fosil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Uji Coba 6 Bulan, Bahlil Sebut Kualitas B50 Lebih Baik dari B40

10 Juli 2026 - 18:35 WIB

Pangan, Energi, dan Air Penentu Kelangsungan Hidup Bangsa

10 Juli 2026 - 15:26 WIB

Wijayanto Samirin: Korupsi Batubara PLN Ancaman Serius Ketahanan Energi, Dukung Kortas Tipidkor Polri Usut Tuntas

10 Juli 2026 - 06:57 WIB

Populer EKONOMI