INAnews.co.id, Bogor– Polri membuka ruang pengabdian bagi 21 penyandang disabilitas untuk bergabung sebagai anggota, sebagai bagian dari reformasi manajemen sumber daya manusia yang tengah dijalankan institusi tersebut. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan hal itu dalam sambutan syukuran Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7).
Listyo menjelaskan, pembaruan sistem rekrutmen dilakukan dengan melibatkan pengawasan partisipatif dari unsur eksternal seperti Kompolnas, Ombudsman, dan perguruan tinggi, mengikuti rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri. Selain jalur disabilitas, Polri juga merekrut 160 atlet berprestasi dari ajang SEA Games dan PON melalui skema pencarian bakat (talent scouting).
Dari sisi perlindungan perempuan dan anak, Polri memperkuat Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di 11 Polda yang sebagian besar diawaki personel polisi wanita. Sejumlah kasus menonjol yang ditangani unit ini antara lain kekerasan terhadap anak dengan 13 tersangka, penyekapan korban perempuan di Bandung, dan kasus penipuan daring modus love scamming yang menjerat 39 tersangka, termasuk 11 warga negara asing.
Di sektor ketenagakerjaan, Listyo melaporkan Desk Ketenagakerjaan Polri telah memfasilitasi 4.216 buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali bekerja, serta menangani 267 perkara pidana ketenagakerjaan. Atas kinerja tersebut, Polri menerima penghargaan dari International Trade Union Confederation (ITUC).






