Menu

Mode Gelap
Aldi’s Hotdog Buka Cabang Ketiga di BSD, Andalkan Odading Jadi Hotdog GAKESLAB Jakarta Hadir dan Berpartisipasi Dalam Seminar Nasional XIII & Healthcare Expo XI ARSSI 2026 Menduga Ada ‘Barter’ Kasus Jampidsus dan Korupsi MBG Pernyataan Hotman Paris soal Izin Presiden Menampar Prabowo Nanik Deyang Mundur dari BGN, Fokus Jalani Pengobatan Jantung Mencurigai Ada Kolusi di Temuan Uang Kasus Febrie

KEUANGAN

Independensi Bank Indonesia Terancam Gara-Gara UU P2SK

badge-check


					Foto: dok. niaga.asia Perbesar

Foto: dok. niaga.asia

INAnews.co.id, Jakarta– Ekonom Ferry Latuhihin menyoroti ancaman terhadap independensi Bank Indonesia (BI) menyusul UU P2SK yang memberi bank sentral mandat tambahan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi, di luar tugas utamanya menjaga stabilitas moneter.

Ia menilai pelemahan rupiah yang selama ini banyak disalahkan ke BI sebenarnya bersumber dari persoalan fiskal pemerintah, bukan kebijakan moneter. “Mereka enggak tahu akar dari segala masalahnya,” ujar Ferry menanggapi kritik sejumlah anggota DPR yang mendesaknya mundur, di Podcast Endgame, kanal YouTube Gita Wirjawan, tayang Rabu (1/7/2026).

Sebagai bukti, Ferry menjelaskan suku bunga instrumen SRBI yang dinaikkan hingga 7,57% ternyata tidak sepenuhnya efektif menarik investor asing bertahan, karena mayoritas melakukan transaksi swap. “Kalau mereka enggak melakukan swap, artinya mereka percaya rupiah akan menguat. Kalau mereka melakukan swap, artinya mereka enggak percaya,” jelasnya. Dalam sepekan terakhir, ia mencatat dana asing keluar sekitar Rp10 triliun dari pasar modal.

Ferry membandingkan risiko ini dengan kasus Meksiko yang baru-baru ini diturunkan peringkat kreditnya akibat kombinasi ketidakseimbangan fiskal dan pergeseran ke arah rezim yang lebih otoriter—kondisi yang menurutnya mulai tampak di Indonesia. Ia juga memperingatkan potensi serangan spekulatif jika cadangan devisa RI yang berada di kisaran 144,9 miliar dolar AS terus tergerus di bawah ambang 140 miliar dolar AS. “Buat orang seperti Soros, itu sederhana, enggak pakai duit. Gua long dolar, short rupiah,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Pengusaha, Profesional Nahdiyin Siap Jadi Mitra Strategis Pemerintah

21 Juli 2026 - 09:43 WIB

Kontribusi Koperasi Syariah ke UMKM Masih Kalah Jauh dari Bank Syariah

20 Juli 2026 - 13:38 WIB

Ferry Latuhihin Dukung Kortas Tipidkor Usut Penyimpangan Energi

9 Juli 2026 - 21:29 WIB

Populer EKONOMI