Ukuran Sukses Koperasi Syariah Dinilai Masih Terjebak Angka SHU dan Aset
- account_circle Robi
- calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Achmad Firdaus/tangkapan layar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
INAnews.co.id, Jakarta– Kinerja koperasi syariah selama ini masih diukur secara sempit dari besaran Sisa Hasil Usaha (SHU) dan aset, padahal capaian sosial seperti tingkat kesejahteraan keluarga anggota dan naik kelasnya usaha mikro anggota jarang menjadi indikator resmi penilaian.
Guru Besar Universitas Islam Tazkia, Prof. Achmad Firdaus, yang menulis konsep “maslahah performa” sebagai turunan dari maqashid syariah, menilai ukuran kinerja koperasi syariah perlu diperluas melampaui aspek finansial.
“Ukuran-ukuran kinerja dari pencapaian itu seharusnya tidak hanya diukur dari aspek misalkan berapa besar SHU yang dibagikan, berapa aset yang sudah diperoleh,” katanya saat diwawacarai di kanal YouTube INDEF, diunggah Jumat (17/7/2026).
Ia mencontohkan indikator alternatif seperti jumlah subsidi umrah bagi anggota atau pengurus, sebagai bentuk konkret orientasi ibadah dalam maslahah performa yang menurutnya perlu diadopsi lebih luas oleh koperasi syariah di Indonesia.
- Penulis: Robi

Saat ini belum ada komentar