Menu

Mode Gelap
Mengusulkan RI Kembangkan Teknologi Roket di Biak Dibalik Pertemuan Bupati Adios dan Samahuddin, Ada Banyak Pelajaran Membangun Daerah PII Ukur Indeks Keinsinyuran Jelang Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur se-ASEAN Mendorong Anak Muda Perkuat Pendidikan STEM Indonesia “Swing Nation” di Tengah AS-China RI Butuh Listrik 7 Kali Lipat untuk “AI Capable”

UPDATE NEWS

Dibalik Pertemuan Bupati Adios dan Samahuddin, Ada Banyak Pelajaran Membangun Daerah

badge-check


					Dibalik Pertemuan Bupati Adios dan Samahuddin, Ada Banyak Pelajaran Membangun Daerah Perbesar

INAnews.co.id – Tidak semua pelajaran tentang kepemimpinan lahir dari ruang rapat atau forum resmi. Terkadang, justru dari sebuah pertemuan sederhana dan obrolan santai, lahir berbagai gagasan serta pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam mengambil keputusan untuk membangun daerah.

Hal itulah yang tergambar saat Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, bertemu dengan mantan Bupati Buton Tengah periode 2017–2022, Samahuddin, di ruang tunggu bandara, Rabu (5/8/2026).

Pertemuan yang terjadi di sela-sela agenda perjalanan masing-masing itu dimanfaatkan keduanya untuk berbincang santai sekaligus bertukar pengalaman mengenai tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Di balik suasana yang hangat dan penuh keakraban, keduanya berdiskusi mengenai berbagai pengalaman memimpin daerah, tantangan birokrasi, hingga strategi menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan.

Bagi Bupati Adios, pertemuan tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi. Dialog dengan pemimpin yang telah lebih dulu mengemban amanah dipandang sebagai ruang belajar untuk memperkaya perspektif dalam menjalankan roda pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Samahuddin membagikan pengalamannya selama memimpin Kabupaten Buton Tengah. Ia mengulas berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, mulai dari proses pengambilan kebijakan, penguatan tata kelola pemerintahan, hingga upaya memastikan setiap program pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi juga oleh kemampuan pemerintah menetapkan skala prioritas yang tepat sesuai kebutuhan masyarakat.

Perbincangan kemudian mengarah pada pentingnya membangun birokrasi yang profesional sebagai fondasi utama penyelenggaraan pemerintahan. Samahuddin turut berbagi pengalaman mengenai proses seleksi dan penempatan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), termasuk dinamika yang menyertai setiap keputusan strategis tersebut.

Ia menilai, penempatan pejabat berdasarkan kompetensi, kapasitas, integritas, dan kemampuan merupakan kunci membangun organisasi pemerintahan yang solid. Dengan birokrasi yang profesional, pelaksanaan program pembangunan akan berjalan lebih efektif dan pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.

Berbagai pengalaman tersebut menjadi referensi berharga bagi Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dalam memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menyempurnakan langkah-langkah pembangunan yang tengah dijalankan.

Menutup perbincangan tersebut, Bupati Buton Selatan, Muhammad Adios, menegaskan bahwa setiap pengalaman merupakan bekal berharga dalam memperkuat kualitas kepemimpinan dan penyelenggaraan pemerintahan.

“Pengalaman adalah pelajaran yang sangat berharga. Berbagai masukan yang kami peroleh menjadi referensi dalam mengevaluasi kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, serta memperkuat birokrasi melalui penempatan aparatur yang sesuai dengan kompetensi dan kemampuannya. Tujuan akhirnya tentu menghadirkan pemerintahan yang semakin efektif dan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Adios.

Menurutnya, membangun daerah tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan satu sudut pandang. Pemerintah harus terus membuka ruang komunikasi, menyerap berbagai pengalaman, dan mengambil pelajaran dari praktik-praktik baik yang telah diterapkan di berbagai daerah.

Adios menilai, setiap masukan yang konstruktif merupakan modal penting dalam meningkatkan kualitas pengambilan kebijakan.

Karena itu, komunikasi dan pertukaran gagasan dengan berbagai tokoh, termasuk para mantan kepala daerah, akan terus dijaga sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang lebih terarah, birokrasi yang semakin profesional, serta pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat Buton Selatan.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

PII Ukur Indeks Keinsinyuran Jelang Jadi Tuan Rumah Konferensi Insinyur se-ASEAN

5 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Presiden Serahkan Konsep PPHN ke MPR

4 Agustus 2026 - 18:45 WIB

Krisis Iklim Sudah Jadi Ancaman Kesehatan

29 Juli 2026 - 11:56 WIB

Populer UPDATE NEWS