Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

GLOBAL

Indonesia “Swing Nation” di Tengah AS-China

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam perbincangan tersebut, Gita Wirjawan menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia dan kawasan Asia Tenggara memiliki posisi strategis sebagai “negara berayun” (swing nation) di tengah persaingan geopolitik Amerika Serikat dan Tiongkok.

“Kita secara geopolitik kita bisa berayun ke Tiongkok atau ke barat. Kita enggak akan dihukum,” kata Gita, saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (3/8/2026).

Ia menjelaskan, kedekatan dengan Tiongkok umumnya dimanfaatkan untuk akses teknologi yang lebih terjangkau, sementara kedekatan dengan negara-negara Barat dimanfaatkan untuk akses permodalan dan investasi.

Gita membandingkan situasi saat ini dengan keputusan Dinasti Qing pada abad ke-17 yang menarik diri dari pergaulan internasional, sehingga menciptakan ketimpangan kekuatan yang berujung pada kolonialisasi Asia Tenggara selama sekitar 350 tahun.

“Karena Tiongkok enggak menyeimbangkan kekuatan Eropa, kita dijajah,” ujarnya.

Ia optimistis dinamika persaingan Barat dan Tiongkok ke depan justru akan menciptakan keseimbangan baru yang menguntungkan Asia Tenggara, asalkan kapasitas kognisi dan kemampuan bercerita (storytelling) bangsa turut ditingkatkan.

“Kita butuh peningkatan kognisi, kita butuh peningkatan kapasitas bercerita. Dibutuhkan storyteller,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Machu Picchu dan Ribuan Spesies Kentang, Pesona Peru yang Tak Terduga

26 Juni 2026 - 07:45 WIB

Pasar Produk Indonesia di Peru Hanya Kalangan Orang Kaya Lima

25 Juni 2026 - 22:15 WIB

Lima Kali Ganti Presiden dalam Lima Tahun, Begini Politik Peru

25 Juni 2026 - 18:07 WIB

Populer GLOBAL