Menu

Mode Gelap
Prabowo: Koruptor Dana MBG Tidak Pantas Dihormati Danantara Sumber Daya Indonesia Kelola Ekspor Rp14 Miliar Dolar Prabowo Bongkar 1.074 BUMN, Target Tinggal 300 Akhir 2026 RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

POLITIK

RI Butuh Listrik 7 Kali Lipat untuk “AI Capable”

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Gita Wirjawan menyoroti keterbatasan infrastruktur kelistrikan Indonesia sebagai penghambat besar bagi ambisi negara untuk menjadi pemain utama dalam teknologi kecerdasan buatan (AI), khususnya AI generasi baru berbasis agentic yang disebutnya mengonsumsi energi jauh lebih besar dibanding mesin pencari konvensional.

“Lu kalau pakai AI yang sifatnya itu penggunaan energinya 10 sampai 50 kali dibanding search di Google,” kata Gita, seraya menambahkan bahwa penggunaan AI di sektor perfilman bisa mengonsumsi energi hingga seribu kali lipat dibanding pencarian sederhana, saat menjadi bintang tamu di kanal YouTube Helmy Yahya, Senin (3/8/2026).

Menurut hitungannya, kapasitas kelistrikan ideal agar sebuah negara bisa disebut “AI capable” berada di kisaran 10.000 kWh per kapita, sementara Indonesia baru berada di angka 1.300 kWh per kapita atau sekitar 13 persen dari standar tersebut.

Ia menyebut kapasitas daya terbangun nasional saat ini berkisar 100 gigawatt (GW), sementara kebutuhan untuk mencapai standar tersebut mencapai 700 GW.

“Lu tahu Indonesia mampu bangun berapa per tahun? Bro, 5.000 (MW) only. Jadi lu harus nunggu 120 tahun, Bro, untuk mencapai modernitas,” ujarnya.

Ia mengusulkan percepatan pembangunan pembangkit listrik hingga 30.000 MW per tahun agar target itu bisa dicapai dalam 20 tahun, sekaligus menyebut potensi terciptanya jutaan lapangan kerja baru dari proyek elektrifikasi skala besar tersebut.

“Jadi mereka bakal jadi stakeholder narasi AI, bukan spektator narasi AI,” katanya, merujuk pada generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Mendikdasmen: Demokrasi Bukan Sekadar Pemilu Semata

12 Agustus 2026 - 17:28 WIB

Perludem Luncurkan Akademi Demokrasi untuk Siswa dan Guru

12 Agustus 2026 - 13:22 WIB

Ganti Menkeu

11 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Populer POLITIK