INAnews.co.id, Lombok – Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 ronde ketiga yang berlangsung pada 14 – 16 Agustus 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, menghadirkan cerita menarik dari tim SBB Racing.
Pada seri kali ini, pembalap SBB Racing, M. Fadlurrahman, tampil menggunakan mobil baru, Mercedes-Benz W204. Mobil tersebut dibeli dari pembalap Garasi350, Ade Baros. Perubahan kendaraan ini membuat Fadlurrahman harus beradaptasi sekaligus berpindah kelas dari ITCR 1200 menuju ISTCR 3600.

Perjalanan Fadlurrahman pada race weekend pun tidak berjalan mulus. Tim SBB Racing menghadapi drama teknis yang cukup serius ketika menjalani sesi official practice.
Ibnu, selaku manajer SBB Racing, mengungkapkan bahwa Mercedes W204 tersebut sebelumnya sempat digunakan untuk latihan selama hampir tiga jam dan tidak mengalami masalah.
“Hari Kamis mobil dipakai latihan hampir tiga jam aman saja. Tapi saat official practice, mobil berasap dan mati total. Kami langsung cek dan ternyata pistonnya meleleh,” ujar Ibnu.
Menghadapi kondisi tersebut, SBB Racing tidak menyerah. Tim langsung bergerak mencari mesin pengganti agar Fadlurrahman tetap dapat mengikuti balapan.
“Kami mencari mesin cadangan di area Mataram dan akhirnya ketemu. Kami coba untuk menggantinya dengan mesin baru hingga tengah malam,” lanjut Ibnu.
Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil. M. Fadlurrahman dapat kembali ke lintasan dan menyelesaikan balapan dengan hasil positif. Menggunakan Mercedes W204, ia berhasil meraih podium ketiga kelas ISTCR 3600 kategori Sport.

Hasil ini menjadi modal berharga bagi Fadlurrahman dan SBB Racing untuk menghadapi seri berikutnya. Terlebih, sang pembalap masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan karakter Mercedes W204.
“Kedepannya, saya akan terus latihan agar bisa beradaptasi dengan Mercedes W204. Karena lebih dari dua kali balap menggunakan Toyota Agya, jadi harus beradaptasi dengan mobil ini,” ungkap M. Fadlurrahman.
Podium ketiga tersebut sekaligus menjadi bukti kerja keras SBB Racing menghadapi persoalan teknis hingga detik-detik terakhir sebelum balapan.






