INAnews.co.id, Jakarta– Eks Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD melontarkan kritik tajam terhadap kondisi Indonesia terkini, tepat di momentum peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Pernyataan itu ia sampaikan lewat podcast pribadinya, “Terus Terang”, yang tayang di kanal YouTube miliknya pada Rabu (19/8/2026).
Dalam video berdurasi puluhan menit itu, Mahfud menyebut dirinya melakukan “solilog kemerdekaan” selama tiga hari menjelang dan sesudah peringatan HUT RI ke-81, yakni proses merenung dan berdialog dengan diri sendiri untuk menilai capaian bangsa.
“Anda berbohong, kawan. Anda berdusta, Pak. Anda bohong besar jika Anda mengatakan bahwa kemerdekaan 17 Agustus 1945 itu tidak membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia,” ujar Mahfud.
Namun di sisi lain, ia juga menegaskan bahwa optimisme berlebihan soal kondisi bangsa saat ini sama kelirunya. “Anda berdusta jika Anda mengatakan Indonesia sekarang ini sedang baik-baik saja,” tegasnya.
Mahfud menjelaskan, rasa gembira dan haru menyambut HUT RI selalu bercampur dengan kekecewaan karena capaian kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan rakyat. Ia mengutip lima indikator ideal negara merdeka dalam alinea kedua Pembukaan UUD 1945: merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.
“Secara resmi kita sudah merdeka, sudah bersatu tentu saja dan sudah berdaulat secara resmi. Tapi saudara… secara nyata kita masih jauh dari adil dan makmur,” katanya.
Ia juga menyoroti aksi mahasiswa yang mengusung tagar “merebut kemerdekaan” pada 18 Agustus lalu. Menurutnya, ungkapan itu terdengar kasar namun substansinya benar. “Secara riil kemerdekaan itu belum dirasakan oleh rakyat banyak karena terjadinya ketidakadilan,” ujar Mahfud.






