Menu

Mode Gelap
RI Capai Swasembada Pangan Lebih Cepat dari Target Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan Prabowo Klaim 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan Depok Kekeringan, PMI Salurkan 4000 liter Air Bersih di Bojongsari Ofero Stareer 5 Raih Gelar “Inspiring Urban Electric Bike” di Indonesia Automotive Awards 2026 Tarif Khusus Rp8 MRT Jakarta di HUT ke-81 RI, Cek Syaratnya!

PERISTIWA

Gempa NTT: Dua Tewas, Peringatan Dini Tsunami Sempat Diberlakukan

badge-check


					Foto: dok. Antara Perbesar

Foto: dok. Antara

INAnews.co.id, Jakarta- Gempa bumi tektonik besar berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari, memicu peringatan dini tsunami di empat provinsi dan menewaskan dua warga. Guncangan yang terjadi menjelang subuh ini membuat warga di berbagai wilayah Flores hingga Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan berhamburan keluar rumah.

Kronologi dan Data Resmi BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 04.58.24 WIB atau 05.58 WITA. Parameter awal yang dirilis BMKG menyebut kekuatan magnitudo 7,0, namun setelah dilakukan pemutakhiran, kekuatan gempa direvisi menjadi magnitudo 7,7 dengan kedalaman 15 kilometer.

Episenter gempa berada di laut, pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur, atau sekitar 30-38 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores. Gempa ini tergolong gempa dangkal akibat aktivitas tektonik.

Guncangan dirasakan sangat kuat di beberapa titik. Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) BMKG, intensitas mencapai skala VII MMI (Modified Mercalli Intensity) di Aesesa, Nagekeo, Riung, Ngada, dan Kota Mbay, level di mana warga berhamburan keluar rumah dan bangunan mengalami kerusakan ringan. Guncangan skala VI MMI dirasakan di Wolowae dan Kota Bajawa, sementara skala V MMI tercatat di Ende, Borong, dan Ruteng. Getaran bahkan terasa hingga ke Pulau Lombok (NTB) serta sejumlah wilayah Sulawesi Selatan seperti Jeneponto, Kepulauan Selayar, dan Maros.

Sejumlah gempa susulan tercatat pascagempa utama, termasuk dua gempa berkekuatan magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB dan 05.28 WIB. BMKG melaporkan puluhan gempa susulan lainnya terus terpantau sepanjang pagi.

Peringatan Dini Tsunami Sempat Berlaku

Tak lama setelah gempa utama, BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami untuk wilayah NTT, Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi Selatan (Sulsel), dan Sulawesi Tenggara (Sultra). Di NTT, status Waspada berlaku untuk Pulau Ende, Pulau Sikka, dan bagian utara Flores Timur. Di NTB, status serupa mencakup Pulau Sangiang, Pulau Gili, bagian utara Kota Bima, dan bagian utara Dompu. Sementara di Sulsel, wilayah berstatus Waspada meliputi Takalar, Bone, Wajo, serta bagian timur dan utara Luwu, dan Kota Palopo. Di Sultra, status Waspada berlaku untuk Kota Baubau.

Tsunami dengan ketinggian bervariasi memang sempat terdeteksi di sejumlah titik, antara lain di Sikka (0,19 meter), Labuan Bajo (0,36 meter), Dompu (0,17 meter), dan gelombang tertinggi tercatat di Maurole yang mencapai 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Setelah dilakukan pemantauan lebih lanjut, BMKG mencabut peringatan dini tsunami tersebut pada pukul 07.30 WIB. Meski demikian, BNPB tetap mengimbau masyarakat di kawasan pesisir untuk sementara waktu menjauhi pantai hingga ada kepastian lebih lanjut dari otoritas berwenang.

Korban Jiwa dan Kerusakan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia dan satu orang luka-luka akibat gempa ini. Menurut Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, kedua korban, satu laki-laki dan satu perempuan, tercatat di kawasan Pelabuhan El Say, Kabupaten Sikka. BNPB menyebut data ini masih bersifat laporan pendahuluan dan proses verifikasi di lapangan terus berlangsung.

Laporan kerusakan turut berdatangan dari berbagai wilayah:

  • Ruteng, Manggarai: Panel atap Bandar Udara Frans Sales Lega dilaporkan roboh, dan dinding gedung kampus Unika Santu Paulus mengalami kerusakan.
  • Labuan Bajo, Manggarai Barat: Plafon lobi Hotel Jayakarta ambruk, sementara rumah warga dan fasilitas publik di Kecamatan Boleng serta Kuwus Barat dilaporkan rusak hingga roboh.
  • Maumere, Sikka: Sejumlah tembok rumah sederhana dilaporkan roboh, ditambah kerusakan di area Pelabuhan Maumere.
  • Kota Bima, NTB: Beberapa bangunan turut mengalami kerusakan akibat guncangan yang menjalar hingga ke NTB.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa laporan kerusakan tersebut masih bersifat sementara. BMKG menerjunkan tim dari Stasiun Geofisika Kupang untuk melakukan survei lapangan guna memperoleh gambaran dampak yang lebih lengkap.

Respons Pemerintah

Pemerintah pusat merespons cepat kejadian ini. Kabinet Prabowo dilaporkan membahas langkah penanganan gempa M7,7 Flores, sementara Menteri Sekretaris Negara meminta BMKG dan BNPB bersiaga penuh menghadapi kemungkinan gempa susulan maupun bahaya ikutan lainnya.

Di tingkat daerah, Gubernur NTT Melki Laka Lena disebut bergerak cepat mengoordinasikan penanganan dampak gempa dan mengaktifkan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) NTT. BPBD setempat, bersama unsur Basarnas, TNI, dan Polri, langsung mengarahkan evakuasi warga di kawasan pesisir serta memberikan penanganan medis kepada para korban begitu peringatan dini tsunami diterbitkan.

BNPB menyatakan kebutuhan mendesak saat ini mencakup dukungan logistik bagi warga terdampak, terutama makanan siap saji, air mineral, selimut, terpal, matras, dan perlengkapan kebutuhan keluarga dasar lainnya.

Imbauan kepada Masyarakat

BNPB menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat dan mencegah jatuhnya korban tambahan akibat gempa susulan. Warga diimbau untuk tetap tenang meski peringatan dini tsunami telah dicabut, namun tetap disarankan menjauhi kawasan pantai sampai ada kepastian lebih lanjut dari BMKG. Masyarakat juga diminta tidak memasuki bangunan yang sudah retak akibat gempa, mengingat potensi bahaya jika terjadi gempa susulan.

BMKG turut mengingatkan langkah-langkah keselamatan standar saat gempa terjadi, termasuk segera melindungi kepala dan badan dari reruntuhan bangunan dengan berlindung di bawah meja atau perabotan yang kokoh. (dbs)

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Depok Kekeringan, PMI Salurkan 4000 liter Air Bersih di Bojongsari

14 Agustus 2026 - 22:31 WIB

Tarif Khusus Rp8 MRT Jakarta di HUT ke-81 RI, Cek Syaratnya!

14 Agustus 2026 - 19:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Wakil Menteri Perang AS Elbridge Colby

13 Agustus 2026 - 08:42 WIB

Populer UPDATE NEWS