INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 yang digelar di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). Pidato ini disampaikan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.
Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim bahwa selama 21 bulan atau 663 hari masa pemerintahannya, ia bersama jajaran kabinet telah mengambil sejumlah kebijakan besar untuk mengatasi persoalan bangsa yang selama ini dianggap sulit diselesaikan.
“Dalam 21 bulan tepatnya 663 hari sampai hari ini, pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” kata Prabowo.
Ia menambahkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja keras para menterinya, bahkan disebutnya sampai ada yang jatuh sakit karena beban kerja yang tinggi.
“Beberapa di antara mereka terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang operasi, banyak yang kecapaian,” ujarnya.
Presiden menegaskan bahwa dirinya menerima amanah kepemimpinan sebagai kehormatan, bukan alasan untuk berdalih atas persoalan yang belum tuntas.
“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menegaskan empat pedoman utama pemerintahannya, yakni menjalankan amanat UUD 1945, menjaga kepentingan inti nasional, mengatasi kesulitan rakyat secepat mungkin, dan berorientasi pada kepentingan generasi mendatang.
Pidato kenegaraan ini disampaikan setelah Ketua MPR RI Ahmad Muzani membuka sidang, serta pidato pengantar dari Ketua DPD RI Sultan Bakhtiar Najamudin yang mengangkat tema “Daerah Kuat, Indonesia Berdaulat”.






