Menu

Mode Gelap
Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa Waspada Kudeta! Didu Ungkap Skenario Gelap Kelompok yang Tak Percaya Prabowo CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika Pakar: Penetapan Adies Kadir Hakim MK Cacat Hukum dan Sarat Kepentingan Politik Hukum di Indonesia Disebut Hanya Tegak di Permukaan, Mafia tak Tersentuh

UPDATE NEWS

Menteri Trenggono Minta Itjen KKP Tingkatkan Pengawasan Pelaksanaan Program Kerja

badge-check


					Menteri Trenggono Minta Itjen KKP Tingkatkan Pengawasan Pelaksanaan Program Kerja Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta- Pengawasan internal sangat dibutuhkan untuk memastikan semua program kerja di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berjalan dengan baik dan terukur. Maka dari itu, tim pengawas di Inspektorat Jenderal (Itjen) KKP diharapkan melaksanakan tugas dan fungsinya secara maksimal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan terdapat tiga program terobosan KKP hingga 2024 mendatang, selain program-program yang selama ini sudah berjalan.

Tiga program terobosan tersebut meliputi peningkatan pendapatan negara bukan pajak dari sub-sektor perikanan tangkap; pengembangan perikanan budidaya dalam negeri; dan pembangunan kampung-kampung budidaya di sejumlah daerah Indonesia.

Program terobosan ini, kata Menteri Trenggono merupakan langkah strategis KKP dalam upaya menciptakan lapangan kerja, mendorong kesejahteraan masyarakat, dan memberi pemasukan lebih banyak bagi keuangan negera dari sektor kelautan dan perikanan.

“Saya berharap itjen dapat menjadi consulting partner dalam pelaksanaan program/kegiatan strategis setiap Direktorat Jenderal di KKP” ujar Menteri Trenggono saat membuka Rapat Kerja Pengawasan (Rakerwas) Tahun 2021 di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (4/02/2021).

Trenggono menambahkan, hal penting lain untuk mendukung keberhasilan program-program kerja KKP adalah dengan kolaborasi dan sinergi bersama semua stakeholder, baik dari internal maupun eksternal. Langkah tersebut penting agar potensi dan sumber daya yang ada bisa diolah secara maksimal dengan tetap mengutamakan konsep keberlanjutan.

“Setiap kita harus mengambil peran mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang maju, sebagaimana tema dalam Rakerwas ini yaitu Optimalisasi Peran Itjen KKP dalam Mendukung KKP Rebound,” tegasnya.

Dia juga menyebut, peningkatan pengawasan internal bakal membawa KKP menjadi kementerian negara yang tiap tahun memperoleh status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) Laporan Keuangan dari Badan Pemeriksaan Keuangan RI. Sejak tiga tahun terakhir, KKP sudah meraih predikat tersebut.

“Peningkatan pengawasan internal yang dilakukan juga akan mencegah penyimpangan dan penyelewengan dalam pelaksanaan kegiatan atau program yang sudah kita rencanakan,” urainya.

Sementara itu, Irjen KKP Muhammad Yusuf mengatakan siap all-out mengawal jalannya program-program kerja di KKP, baik yang strategis maupun yang rutin dilakukan.

Berbagai langkah yang dilakukan Itjen tersebut meliputi Reviu Perencanaan dan Penganggaran, termasuk didalamnya Reviu RKA-KL, Pengawasan Pengadaan Barang/Jasa melalui probity audit, pemantauan PBJ, Reviu Pembayaran Pekerjaan, Pemantauan Penyelesaian Pemeliharaan, Audit Kinerja Pelaksanaan Program/Kegiatan, Evaluasi Sistem Pengendalian Internal, Evaluasi PNBP, Evaluasi Penyerapan Anggaran, Pemantauan dan Evaluasi Program/Kegiatan Strategis Kelautan dan Perikanan.

Peningkatan kinerja tim Itjen juga menjadi prioritasnya, termasuk menemukan inovasi-inovasi dalam setiap pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Surya Paloh Ditantang Turun Tangan, Oknum Sekretaris DPD Partai NasDem Terlibat PETI

26 Februari 2026 - 08:29 WIB

Audit Ungkap 152 Nama dan Rp3,3 Miliar Kerugian Negara, Mengapa Hanya Enam Terdakwa

25 Februari 2026 - 23:34 WIB

CELIOS: Perjanjian Dagang ART Indonesia-AS Serahkan Kedaulatan Ekonomi Bulat-bulat ke Amerika

25 Februari 2026 - 18:45 WIB

Populer EKONOMI