Jakarta, INAnews — Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tahun 2023 mencatat ada sekitar 18,51 juta investor aset kripto di Indonesia dan meningkat 9,8% sejak awal tahun. Hal ini berarti Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan dalam industri aset kripto.
Pada tahun 2023 menjadi pemulihan pasar kripto dengan total kapitalisasi pasar yang meningkat sekitar 108%. Pertumbuhan ini pun disebabkan terutama oleh kemajuan di kuartal 1 dan IV dengan masing-masing peningkatan sebesar 48,3% dan 54,4% diibandingkan tahun 2022 yang mengalami penurunan pasar hingga 64%
Bitcoin masih menjadi kripto paling dominan dengan menguasai 50,2 % dari total kapitalisasi pasar. Bitcoin juga menjadi aset dengan pertumbuhan terbaik setiap tahunnya dalam delapan tahun terakhir. Melansir dari data Media Monitoring NoLimit Dashboard, bahwa pembahasan kripto di media sosial pun meningkat sebesar 243% dari Juli hingga Desember 2023

Sambutan dari Tirta Karma Senjaya, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti
Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Sanjaya mengungkapkan bahwa langkah Bappebti ini merefleksikan komitmen pemerintah Indonesia dalam mengintegrasikan inovasi aset digital dengan tatanan regulasi yang kokoh. Dan bertujuan tak hanya untuk menciptakan lingkungan perdagangan tetapi juga untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi.
“Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem aset digital. Perdagangan aset kripto dapat menjadi salah satu strategi pemerintah untuk mempercepat, menciptakan hingga mendorong upaya pengembangan ekonomi digital Indonesia,” ungkap Tirta dalam sambutan di acara Indonesia Crypto Outlook 2024 yang digelar Toko Crypto pada Rabu (31/1/2024)
Negara-negara di Asia pun kini tengah gencar untuk turut bersaing menjadi pusat pengembangan teknologi kripto, dan pemerintah Indonesia akan menciptakan kebijakan secara proaktif untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kripto, termasuk pada regulasi untuk memfasilitasi inovasi hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap potensi investasi dalam aset kripto
Tokocrypto sebagai pemain utama di industri aset kripto Indonesia akan berkomitmen dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis
CEO Tokocrypto Yudhono Rawis optimis dapat mencatatkan pertumbuhan transaksi kripto hingga Rp 189,63 triliun atau naik tiga kali lipat. Selain itu, Tokocrypto juga menargetkan pertumbuhan pelanggan dua kali lipat menjadi 6 juta lebih pelanggan
“Kami di Tokocrypto bangga menjadi bagian dari transformasi digital dan mengambil inisiasi terdepan. Langkah-langkah yang diambil Bappebti dan dukungan penuh pemerintah memberikan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan industri kripto di Indonesia,” ungkap Yudhono Rawis
Maka dalam rangka mendukung sebuah inovasi tersebut, Tokocrypto melakukan perubahan besar pada Toko Token (TKO) yang merupakan token utilitas asli Tokocrypto yang bertujuan memajukan adopsi teknologi blockchain di Indonesia. TKO nantinya akan dikelola oleh TKO Foundation sebagai entitas yang independen dan berbeda dengan Tokocrypto
TKO Foundation akan berfokus pada pengembangan token TKO dan telah merilis whitepaper yang memperkenalkan roadmap dan tim manajemen baru dengan tekad untuk mengembangkan proyek aset kripto lokal ini lebih lanjut di masa depan.






