INAnews.co.id, Jakarta– Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, membuka acara “Harmoni Zaman 60-an” di Rarampa Resto, Jakarta, pada Sabtu sore (31/5). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kebudayaan, Asosiasi Mahasvara Nusantara, dan PT Pertamina (Persero).
Dalam sambutannya, Fadli Zon menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha dalam melestarikan budaya bangsa.
“Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan dunia usaha menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan budaya bangsa. Inisiatif ini menjadi bentuk penghormatan kepada legenda sekaligus memperkenalkan kembali nilai-nilai budaya musik Indonesia kepada generasi muda,” tulis Fadli Zon melalui akun X-nya.
Acara ini dihadiri sejumlah musisi legendaris Indonesia, seperti Titiek Hamzah, Tetty Kadi, Ernie Djohan, Titiek Sandhora, Muchsin Alatas, dan Dinimitri Koeswoyo (cucu almarhum Yok Koeswoyo). Fadli Zon menyebut mereka sebagai tokoh-tokoh yang telah mewarnai sejarah musik Tanah Air.
“Melalui karya-karya yang penuh makna, suara yang mewarnai zaman, dan semangat yang tak pernah padam, mereka adalah penjaga warisan budaya bangsa. Jejak perjalanan musik Indonesia tidak akan lengkap tanpa nama-nama besar ini,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Fadli Zon menyatakan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendukung perkembangan ekosistem musik di Indonesia, termasuk perlindungan hak kekayaan intelektual, kolaborasi lintas sektor, dan inovasi.
“Kami berupaya memastikan musik mendapatkan apresiasi yang layak, baik di tingkat nasional maupun internasional. Musik sebagai bagian dari instrumen kebudayaan harus mampu menjadi pemersatu bangsa sekaligus medium diplomasi budaya Indonesia di dunia,” tegasnya.
Acara “Harmoni Zaman 60-an” menjadi salah satu upaya untuk menghidupkan kembali warisan musik era 1960-an sekaligus menginspirasi generasi muda agar turut melestarikan khazanah budaya Indonesia.






