INAnews.co.id, Jakarta– Dalam rangka menyambut satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor, lembaga pendidikan Islam tersebut menginisiasi adanya Jambore Pramuka Muslim Dunia atau World Muslim Scouts Jamboree (WMSJ) 2025 yang akan digelar pada 9–14 September 2025 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi 100 tahun Gontor, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah pertama Jambore Pramuka Muslim tingkat dunia.
“Kami ingin mensyukuri usia 100 tahun Gontor dengan kegiatan berskala dunia yang mengusung semangat perdamaian. Dan Pramuka Muslim Dunia adalah bentuk tasyakuran kami,” ujar Kepala Humas WMSJ 2025, Luqman Hakim Arifin kepada media, Kamis (10/7/2025).
Luqman menyebut, Indonesia belum pernah menjadi tuan rumah jambore muslim pramuka berskala dunia, karena untuk bisa menyelenggarakan event semacam ini, diperlukan proses bidding dan asesmen yang sangat ketat.
Namun, dengan inisiatif dan kerja sama berbagai pihak, diantaranya Kwarnas Pramuka, World Organization of the Scout Movement (WOSM) atau Organisasi Gerakan Pramuka Sedunia. Jambore Pramuka Muslim Dunia kini akan menjadi kenyataan dan akan diselenggarakan di Bumi Perkemahan Cibubur.
“Kami telah mengonfirmasi kehadiran peserta dari 21 negara Muslim termasuk Maroko, Tunisia, Bangladesh, Nigeria, Malaysia, Brunei Darussalam, Turki, Qatar, Mesir, bahkan dari Inggris dan Amerika Serikat,” ungkapnya.
Ia menyebut, total peserta mencapai 15.490 orang, termasuk 190 peserta dari luar negeri dan ribuan lainnya dari seluruh provinsi di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
“Wilayah dengan partisipasi tertinggi berasal dari Jawa Barat dan DKI Jakarta,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Media dan Publikasi, Hafyz Marshal menjelaskan, rangkaian kegiatan Jambore ini tidak hanya berfokus pada pelatihan Pramuka, tetapi juga disemarakkan dengan kegiatan keagamaan dan edukatif seperti membaca Al-Qur’an bersama, salat berjamaah, kunjungan ke TMII, Monas, Kebun Raya Bogor, dan Masjid Istiqlal.
“Kegiatan hiburan juga disiapkan, termasuk penampilan dari grup band Wali,” terangnya.
Yang menarik, sesuai dengan latar belakang pesantren, peserta laki-laki dan perempuan akan dipisahkan dalam seluruh aktivitas, tanpa interaksi langsung.
“Pesan utama Jambore ini adalah membangun perdamaian dan persatuan dunia. Selain itu, kami ingin memperkuat kaderisasi pemimpin Islam global,” ujarnya.*






