Menu

Mode Gelap
Ekspor Indonesia Masih Terjebak di Komoditas Mentah, Daya Saing Terancam Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun Otoriter ke Oligarki, Bukan ke Rakyat Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia Ganti Tujuh Menteri untuk Percepat Pengembalian Kedaulatan

KEUANGAN

Rupiah Jumat Menguat Tipis

badge-check


					Foto: dok. istimewa Perbesar

Foto: dok. istimewa

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat tipis pada pembukaan perdagangan Jumat, 18 Juli 2025. Penguatan ini terjadi setelah rupiah sempat melemah pada perdagangan sebelumnya, menunjukkan dinamika pasar yang terus bergerak.

Mengutip beberapa sumber, hingga pukul 09.13 WIB, rupiah berada di level Rp16.298,5 per USD, menguat 42 poin atau sekitar 0,26 persen dari penutupan kemarin di Rp16.341 per USD. Ada juga yang encatat rupiah sedikit lebih lemah di Rp16.324 per USD pada waktu yang sama, namun masih menunjukkan penguatan dibanding penutupan sebelumnya di Rp16.325 per USD.

Penguatan rupiah ini terjadi di tengah menguatnya indeks dolar AS (DXY) pada Kamis, 17 Juli 2025. Dolar AS mendapatkan momentum positif setelah meredanya ketegangan pasar terkait kemungkinan pemecatan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell oleh Presiden AS Donald Trump. Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, stabil di sekitar 98,63, naik 0,33 persen pada hari itu, seperti dilansir dari FXStreet.

Data ekonomi AS juga turut memengaruhi pergerakan dolar. Laporan penjualan ritel AS yang lebih kuat dari perkiraan, naik 0,6 persen month-to-month (MoM) di bulan Juni, menyoroti ketahanan belanja konsumen dan mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga The Fed dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, beberapa analis memprediksi rupiah berpotensi menguat lebih lanjut di akhir pekan. Sinyal “dovish” yang muncul dari salah seorang pejabat The Fed tadi malam dapat memberikan sentimen positif bagi mata uang Garuda, seperti dilansir IndoPremier. Namun, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, seperti dikutip Tempo.co, sempat memperkirakan rupiah akan ditutup melemah hingga Rp16.380 per dolar AS pada hari ini, dipengaruhi oleh potensi penguatan dolar AS akibat rencana Presiden Trump untuk mengumumkan tarif resiprokal bagi negara-negara kecil.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dari Bank Indonesia pada 17 Juli 2025 menunjukkan kurs rupiah di angka Rp16.329 per USD. Sementara kurs jual dan beli di BCA per 18 Juli 2025 pukul 07.46 WIB menunjukkan e-rate jual Rp16.350 dan e-rate beli Rp16.300.

Para pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan data ekonomi AS serta pernyataan dari pejabat The Fed untuk memproyeksikan arah pergerakan rupiah ke depan.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Indonesia Pilih Perdamaian, Ingin Jadi Teman Semua dan Musuh tak Seorang Pun

23 Januari 2026 - 21:55 WIB

Indonesia Negara Paling Bahagia dan Optimis di Dunia

23 Januari 2026 - 20:53 WIB

Indonesia Capai Swasembada Beras Pertama Kali dalam Bertahun-tahun

23 Januari 2026 - 19:50 WIB

Populer GLOBAL