INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau menguat pada pembukaan perdagangan hari ini, Selasa (5/8/2025). Penguatan ini terjadi di tengah antisipasi pasar terhadap rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia kuartal II-2025 yang diproyeksikan menunjukkan pertumbuhan positif.
Berdasarkan data dari berbagai sumber, pergerakan rupiah pada pagi hari ini bervariasi namun cenderung menguat.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp16.388,5 per USD pada pukul 09.08 WIB, menguat 0,08 persen atau 12,5 poin dari penutupan perdagangan sebelumnya di Rp16.401 per USD.
Melansir Refinitiv, mata uang garuda dibuka menguat sebesar 0,15% di posisi Rp16.360/US$, melanjutkan tren penguatan dari perdagangan Senin (4/8) yang ditutup di Rp16.385/US$.
Data Yahoo Finance juga mencatat rupiah menguat dua poin ke level Rp16.383 per USD.
Penguatan rupiah ini didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan domestik. Secara global, pergerakan dolar AS cenderung tidak stabil menyusul data Nonfarm Payrolls AS yang mengecewakan pada akhir pekan lalu. Hal ini memicu spekulasi baru mengenai kemungkinan pemotongan suku bunga oleh The Fed.
Sementara itu, dari sisi domestik, pasar menantikan data PDB kuartal II yang diperkirakan akan menunjukkan reboundatau pertumbuhan, setelah pada kuartal I-2025 tercatat mengalami kontraksi. Proyeksi pertumbuhan PDB di kuartal kedua ini menjadi katalis positif bagi nilai tukar rupiah.
Meski demikian, pergerakan rupiah diperkirakan masih akan volatil seiring perkembangan data ekonomi dan sentimen pasar yang terus berubah.*






