INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianyo dijadwalkan berangkat malam ini (kemarin, red.) memulai rangkaian kunjungan ke New York untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80. Hal ini disampaikan Menteri Luar Negeri Sugiono dalam konferensi pers di Jakarta.
Sebelum tiba di New York, Presiden akan terlebih dahulu singgah di Osaka, Jepang, untuk mengunjungi Pavilion Indonesia di Osaka Expo. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju New York untuk menghadiri sidang yang bertemakan “Better Together, 8 Years and More for Peace, Development, and Human Rights”.
Menurut Menlu Sugiono, sidang umum PBB kali ini menjadi momentum penting untuk memperbarui semangat multilateralisme di tengah situasi dan kondisi global saat ini.
Presiden dijadwalkan akan berada di New York hingga 30 September dengan beberapa agenda penting. Agenda utama meliputi: 22 September menghadiri acara tentang two-state solution untuk Palestina dan 23 September pembukaan dan debat Sidang Umum PBB, di mana Presiden mendapat kehormatan sebagai pembicara ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat.
“Beliau mendapatkan urutan berbicara yang ketiga setelah Brasil dan Amerika Serikat,” ungkap Menlu Sugiono.
Kunjungan Bilateral ke Kanada dan Belanda
Dalam perjalanan pulang ke Jakarta, Presiden akan melakukan kunjungan resmi ke dua negara. Pertama, singgah di Ottawa, Kanada, untuk menyaksikan penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).
Selanjutnya, Presiden akan berkunjung ke Belanda dan dijadwalkan diterima oleh Raja dan Perdana Menteri sementara (acting) Belanda sebelum kembali ke tanah air pada 26-27 September.
Menanggapi pertanyaan tentang kehadiran Indonesia di sidang PBB sementara beberapa negara memilih tidak hadir terkait isu Palestina, Menlu Sugiono menegaskan bahwa agenda two-state solution merupakan bagian dari rangkaian sidang umum sebagai side event.
Terkait penolakan visa Amerika Serikat untuk delegasi Palestina, Sugiono menyatakan hal tersebut merupakan domain Amerika, namun Indonesia telah menyuarakan dukungan agar visa dapat diberikan kepada delegasi yang membutuhkan, termasuk dalam pertemuan di Doha sebelumnya.
“Semoga perjalanan kali ini lancar dan hasil-hasil yang didapat dari pertemuan-pertemuan di sana produktif dan bermanfaat bagi kemajuan bangsa dan negara kita,” tutup Menlu Sugiono seraya meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia.
Dalam kunjungan ini, Presiden didampingi sejumlah menteri, antara lain: Menteri Luar Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri HAM, Menteri Investasi, dan Menteri Koperasi dan UKM.






