INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Kamis (23/10/2025) diperkirakan bergerak fluktuatif dengan risiko melemah. Rupiah berpotensi ditutup di kisaran Rp16.580 hingga Rp16.610 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan hari sebelumnya, Rabu (22/10/2025), rupiah sempat menguat tipis 0,01% ke level Rp16.585 per dolar AS, meski indeks dolar AS juga naik 0,06% ke posisi 98,99.
Pada pembukaan perdagangan pagi Kamis, rupiah melemah ke level Rp16.636 per dolar AS, turun sekitar 0,31% dibanding penutupan sebelumnya. Data lain dari beberapa bank besar Indonesia menunjukan kurs jual rupiah berada di kisaran Rp16.630-Rp16.660 per dolar AS dan kurs beli di kisaran Rp16.600-Rp16.640 per dolar AS.
Sentimen pasar yang memengaruhi pergerakan rupiah adalah ketegangan dalam perundingan perdagangan AS-China yang akan berlangsung minggu ini, dengan harapan Presiden AS Donald Trump dapat mencapai kesepakatan perdagangan yang adil dengan Presiden China Xi Jinping. Selain itu, adanya penundaan pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin serta ketegangan di sekitar Venezuela sebagai produsen minyak utama juga menjadi faktor risiko di pasar.
Analis memprediksi rupiah cenderung melemah pada hari ini dengan rentang pergerakan 16.550 hingga 16.650 per dolar AS, dipicu sentimen risk off dari ketegangan dagang AS-China dan kebijakan suku bunga Bank Indonesia. Demikian dikutip berbagai sumber.*






