INAnews.co.id, Jakarta– Ubedilah Badrun mengkritik keras proses seleksi calon pemimpin di Indonesia yang tidak berkualitas. Bahkan calon presiden dan wakil presiden tidak melalui tes pengetahuan, psikotes, atau uji kelayakan manajerial.
“ASN saja harus lulus 200 soal tes. Calon kepala daerah dan presiden tidak ada tesnya. Syukur-syukur kalau ijazahnya asli. Ini sudah ijazahnya diragukan, lalu jadi cawapres,” sindir Ubedilah di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Selasa (20/1/2026).
Ia mengusulkan tiga jenis tes wajib: tes wawasan kepemerintahan, psikotes untuk mengetahui kualitas karakter, dan tes manajerial untuk menilai kelayakan sebagai pemimpin. Hasil tes harus transparan dan terbuka untuk publik.






