INAnews.co.id, Jakarta– Munculnya wacana pasangan calon presiden dan wakil presiden dari ketua umum partai-partai pengusung Prabowo dinilai sebagai bentuk perlawanan terhadap wacana Prabowo-Gibran dua periode yang dilontarkan Joko Widodo. Demikian analisis pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago.
“Wajar partai-partai lain dengan memunculkan nama-nama kader terbaiknya, itu adalah perlawanan dari partai. Mereka enggak terima Prabowo-Gibran dua periode itu,” ujar Pangi dalam wawancara di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu (11/2/2026).
Wacana Prabowo dengan ketua umum partai-partai pengusungnya muncul tidak lama setelah Jokowi menyatakan keinginannya untuk melanjutkan Prabowo-Gibran di periode kedua. PKB telah menyodorkan Cak Imin, Demokrat dengan AHY, dan PAN dengan Zulhas.
Menurut Pangi, partai-partai tersebut mempertanyakan apa yang membuat Prabowo harus menggandeng Gibran. “Siapa Gibran gitu loh dalam pikiran mereka, apa yang membuat Prabowo harus menggandeng dia,” katanya.
Ia menambahkan, jika partai-partai benar-benar legowo dengan Prabowo-Gibran, mereka akan mendeklarasikan dukungan tanpa syarat seperti yang dilakukan Golkar. “Kalau partai itu legowo bahwa memang Prabowo-Gibran ideal menurut mereka, pasti ketemu partai bilang, ‘Enggak kepikir bagi kami. Yang penting ini satu paket’. Enggak. Ini kan enggak akan mungkin terjadi,” jelasnya.
Pangi meyakini Presiden Prabowo mengetahui perlawanan partai-partai ini terhadap dominasi “geng Solo”.






