Menu

Mode Gelap
Serangan “Ad Hominem” Ancam Demokrasi Cara Mengenali Akun Buzzer di Medsos Korupsi Kepala Daerah Sudah Capai Titik Mengkhawatirkan Orang Tua Terlalu Sibuk, Anak Jadi Sekadar “Dititipkan” ke Sekolah Jangan Kecil Hati Anak tak Masuk Sekolah Favorit BI Menunda Kematian Rupiah

POLITIK

Prabowo: 1.000 Kawan Terlalu Sedikit, Satu Lawan Terlalu Banyak

badge-check


					Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar Perbesar

Foto: Prabowo Subianto/tangkapan layar

INAnews.co.id, Lampung– Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia akan terus menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan tidak memihak blok kekuatan mana pun. Hal itu disampaikan saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Lampung, Rabu (10/6/2026).

“1.000 kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Inilah garis yang saya tempuh sekarang,” kata Prabowo di hadapan para peserta Munas.

Prabowo menjelaskan, dalam dinamika geopolitik yang kian tidak menentu saat ini, Indonesia memilih bersahabat dengan semua negara tanpa terlibat dalam pakta militer pihak manapun. Warisan politik non-align dari para pendiri bangsa itulah yang ia pertahankan sejak hari pertama menjabat sebagai presiden.

Ia pun mengakui kerap mendapat kritikan karena menjalin hubungan baik sekaligus dengan Amerika Serikat, Rusia, maupun China. Namun Prabowo tidak gentar. “Noise selalu ada. Yang penting kita yakin garis kita di mana,” ujarnya.

Sebagai negara anggota ASEAN, G20, BRICS, OKI, dan APEC, Prabowo menyebut Indonesia tidak bisa menghindari undangan dari berbagai kepala negara. Ia bahkan mengaku dalam tiga hari terakhir menerima 18 duta besar yang masing-masing membawa undangan kunjungan kenegaraan dari pemimpin negara mereka.

Tinggalkan Balasan

Baca Juga

Ada “Kabinet Bayangan” karena DPR Dianggap Mandul ke Pemerintah, Kata Pengamat

24 Juli 2026 - 22:14 WIB

Membongkar Akar Korupsi Politik dan Penegak Hukum RI

24 Juli 2026 - 20:01 WIB

Pengamat: Ada Apa di Balik Mundurnya Kepala BGN?

23 Juli 2026 - 21:09 WIB

Populer POLITIK