Menu

Mode Gelap
Formula Keuangan Syariah: Mulai dari Nol Pun Bisa Vicky Prasetyo: Heritage Medical Bekasi Dibutuhkan Masyarakat Luas Didik Anak Soal Uang Sebelum Terlambat Zakat Bukan Hanya Ibadah, tapi Penyeimbang Ekonomi Waktu adalah Senjata Finansial Gaya Hidup Palsu Mengancam Kesehatan Finansial

POLITIK

Pendiri Bangsa Sudah Wanti-wanti soal Data Sejak 1947

badge-check


					Foto: dok. Omong-omong.com Perbesar

Foto: dok. Omong-omong.com

INAnews.co.id, Jakarta– Di tengah kekacauan tata kelola data nasional hari ini, politisi PDIP, Rieke Diah Pitaloka mengingatkan bahwa para pendiri bangsa Indonesia sesungguhnya telah meletakkan fondasi pengelolaan data nasional yang kokoh sejak era kemerdekaan. Mohammad Hatta membentuk Panitia Siasat Ekonomi pada 1947, dan pada 1951 Sumitro Djojohadikusumo menginisiasi Dewan Perancang Negara yang memuat peta pembangunan berbasis data setebal 4.647 halaman dalam 17 jilid.

“Di balik angka, khususnya dalam data negara, ada nasib dan nyawa jutaan rakyat Indonesia,” ujar Rieke dalam wawancara di kanal YouTube Akbar Faizal, Rabu (1/4/2026).

Tujuh prinsip pembangunan semesta berencana yang dirumuskan para pendiri bangsa itu, menurut Rieke, sudah mencakup data sebagai instrumen ketahanan nasional, desentralisasi, kebijakan berbasis bukti, hingga desa sebagai produsen data primer, bukan sekadar objek pendataan.

Rieke menyatakan RUU Satu Data Indonesia yang kini diperjuangkan bukan sekadar soal teknis pendataan, melainkan upaya mengaktivasi kembali cita-cita para pendiri bangsa yang telah lama terbengkalai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional

1 Mei 2026 - 23:31 WIB

Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo

1 Mei 2026 - 22:40 WIB

Respons Pengamat soal Yusril Usul Parliamentary Threshold Ikuti Jumlah Komisi DPR

30 April 2026 - 18:44 WIB

Populer POLITIK