INAnews.co.id, Jakarta– Pendekatan REZ bukan sekadar konsep. Batari Saraswati memaparkan tiga negara yang telah membuktikan efektivitas zona energi terbarukan terintegrasi industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.
Di Australia (New South Wales dan Queensland), kawasan energi terbarukan yang terhubung dengan industri nikel dan manufaktur telah menarik USD 22 miliar investasi, menciptakan sekitar 9.000 lapangan kerja, dan memasang hampir 12 GW energi terbarukan. Di India (Rajasthan dan Gujarat), sektor manufaktur bertindak sebagai demand anchor untuk penyerapan tenaga surya skala besar, menghasilkan USD 68 miliar investasi, lebih dari 320.000 lapangan kerja, dan lebih dari 18 GW energi terbarukan terpasang. Di Afrika Selatan, Kawasan Ekonomi Khusus Atlantis menjadi zona teknologi hijau dengan sekitar USD 40 miliar investasi dan lebih dari 57.000 lapangan kerja.
“Pembelajaran utama adalah bahwa energi terbarukan harus terintegrasi dengan strategi industri, dengan perencanaan berbasis spasial, bukan proyek per proyek,” ujar Batari, Selasa.






