Menu

Mode Gelap
Polri Berperan Krusial Menjaga Stabilitas di Tengah Medan Sosial Paling Kompleks di Dunia MBG Dinilai Gerus Anggaran Transportasi dan Keselamatan Rayakan HUT ke-15, Laskar Anggrek Perkuat Peran Sebagai Penyambung Lidah Masyarakat Tangerang Selatan One House, One Qurban: Fiqih Patungan Satu Kambing untuk Sekeluarga Jumhur Hidayat Syukuri Persatuan Buruh di Bawah Prabowo Formula Keuangan Syariah: Mulai dari Nol Pun Bisa

ENERGI

Benchmark Internasional: Australia, India, Afrika Selatan Sudah Buktikan REZ Berhasil

badge-check


					Foto: Bastari Saraswati/tangkapan layar Perbesar

Foto: Bastari Saraswati/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Pendekatan REZ bukan sekadar konsep. Batari Saraswati memaparkan tiga negara yang telah membuktikan efektivitas zona energi terbarukan terintegrasi industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi.

Di Australia (New South Wales dan Queensland), kawasan energi terbarukan yang terhubung dengan industri nikel dan manufaktur telah menarik USD 22 miliar investasi, menciptakan sekitar 9.000 lapangan kerja, dan memasang hampir 12 GW energi terbarukan. Di India (Rajasthan dan Gujarat), sektor manufaktur bertindak sebagai demand anchor untuk penyerapan tenaga surya skala besar, menghasilkan USD 68 miliar investasi, lebih dari 320.000 lapangan kerja, dan lebih dari 18 GW energi terbarukan terpasang. Di Afrika Selatan, Kawasan Ekonomi Khusus Atlantis menjadi zona teknologi hijau dengan sekitar USD 40 miliar investasi dan lebih dari 57.000 lapangan kerja.

“Pembelajaran utama adalah bahwa energi terbarukan harus terintegrasi dengan strategi industri, dengan perencanaan berbasis spasial, bukan proyek per proyek,” ujar Batari, Selasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Konsep REZ Bukan Kebijakan Baru, tapi Integrasi Sudah Lama Absen

29 April 2026 - 19:40 WIB

Tiga Misalignment Hambat Transisi Energi-Industri Indonesia

29 April 2026 - 17:36 WIB

REZ Jadi Kunci Kebutuhan Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia

29 April 2026 - 15:32 WIB

Populer ENERGI