Menu

Mode Gelap
Indonesia Tertinggal dari Vietnam dalam PDB Per Kapita Polri Berperan Krusial Menjaga Stabilitas di Tengah Medan Sosial Paling Kompleks di Dunia MBG Dinilai Gerus Anggaran Transportasi dan Keselamatan Rayakan HUT ke-15, Laskar Anggrek Perkuat Peran Sebagai Penyambung Lidah Masyarakat Tangerang Selatan One House, One Qurban: Fiqih Patungan Satu Kambing untuk Sekeluarga Jumhur Hidayat Syukuri Persatuan Buruh di Bawah Prabowo

TNI/POLRI

Polri Berperan Krusial Menjaga Stabilitas di Tengah Medan Sosial Paling Kompleks di Dunia

badge-check


					Haidar Alwi pada saat bicara di acara Diskusi Publik Nasional dengan tema Satu Tahun MBG dan Peran Polri di SPPG yang dilaksanakan INANEWS pada Senin 15 Desember 2025 di Jakarta ( foto : INAnews) Perbesar

Haidar Alwi pada saat bicara di acara Diskusi Publik Nasional dengan tema Satu Tahun MBG dan Peran Polri di SPPG yang dilaksanakan INANEWS pada Senin 15 Desember 2025 di Jakarta ( foto : INAnews)

INAnews.co.id, Jakarta – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI) sekaligus Wakil Ketua Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, R. Haidar Alwi, menyoroti peran strategis Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam menghadapi medan sosial Indonesia yang disebut sebagai salah satu yang paling kompleks di dunia.

Dalam pernyataannya pada Minggu (3/5/2026), Haidar menekankan bahwa posisi Indonesia dalam peta sosiopolitik global tidak hanya ditentukan oleh luas geografisnya, tetapi juga oleh akumulasi faktor risiko yang secara teoretis merupakan pemicu utama instabilitas.

Tantangan Sosiopolitik Indonesia

Berdasarkan data dari Pew Research Center, Indonesia memiliki indeks keberagaman agama yang sangat signifikan. Dalam studi keamanan global, variabel ini sering kali berkorelasi dengan potensi gesekan horizontal yang tinggi.

Namun, fakta bahwa Indonesia mampu memitigasi konflik berkepanjangan sebagaimana yang dialami oleh negara lain dengan komposisi serupa menunjukkan adanya mekanisme stabilisasi yang bekerja secara efektif di tingkat akar rumput.

Dinamika ini dinilai semakin menantang apabila disandingkan dengan indikator World Bank mengenai kerentanan konflik. Kombinasi antara:

  1.  Heterogenitas sosial,
  2.  Laju urbanisasi yang masif, dan
  3.  Ketimpangan ekonomi

Ketiga hal tersebut menciptakan tekanan struktural yang berat terhadap sistem keamanan nasional.

Selain itu, secara geografis, mengelola populasi lebih dari 270 juta jiwa yang tersebar di ribuan pulau menuntut distribusi sumber daya dan koordinasi personel yang jauh melampaui standar operasional negara-negara kontinental.

Dalam konteks tantangan tersebut, peran Polri telah bertransformasi jauh melampaui fungsi penegakan hukum konvensional. Kini, Polri menjadi aktor krusial dalam menjaga kohesi sosial dan stabilitas domestik.

Haidar Alwi menegaskan bahwa keberhasilan Indonesia dalam menjaga ketertiban di tengah arus kejahatan lintas negara dan polarisasi sosial global bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari intervensi Polri yang konsisten.

“Oleh karena itu, evaluasi terhadap kinerja institusi keamanan perlu dilakukan secara proporsional dengan mempertimbangkan realitas objektif di lapangan,” ujar Haidar.

Meskipun kritik tetap menjadi instrumen penting dalam perbaikan institusi, pengakuan terhadap kompleksitas medan tugas sangat diperlukan guna menghasilkan penilaian publik yang adil dan berbasis data.

Stabilitas yang terjaga hingga saat ini menegaskan bahwa fungsi Polri sebagai instrumen keamanan nasional tetap menjadi pilar sentral dalam menjamin keberlanjutan tatanan sosial masyarakat Indonesia.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

ASN Boleh Kritik Presiden, Ini Penjelasan Hukumnya

1 Mei 2026 - 21:26 WIB

Empat Cara Rezim Otoriter Serang Pengkritik

28 April 2026 - 18:25 WIB

CBA Desak KPK Selidiki Proyek Puskesmas Karang Penang Sampang yang Baru Diresmikan

28 April 2026 - 14:55 WIB

Populer HUKUM