Menu

Mode Gelap
Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo ASN Boleh Kritik Presiden, Ini Penjelasan Hukumnya Prabowo di Hadapan Buruh Bicara Ojol Setahun Mengabdi, Heritage Medical Bekasi Prioritaskan Kesembuhan Pasien Raker Bacadnas dan Forum Kader Bela Negara Bahas Evaluasi Triwulan I Tahun 2026

POLITIK

Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional 2026, Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi PKS, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pekerja dan buruh Indonesia yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan nasional.

“Hari Buruh bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi momentum refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadirkan keadilan, kesejahteraan, dan kepastian kerja bagi seluruh pekerja Indonesia,” ujar Netty, Jumat (1/5).

Menurut Netty, tantangan dunia ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks. Persoalan yang dihadapi pekerja tidak lagi hanya berkisar pada upah, tetapi juga mencakup kepastian status kerja, perlindungan sosial, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis, termasuk berkembangnya ekonomi digital.

Karena itu, Netty menegaskan pentingnya menghadirkan regulasi ketenagakerjaan yang adil, adaptif, dan partisipatif. Pembahasan RUU Ketenagakerjaan yang saat ini berlangsung di DPR harus menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai ketimpangan lama dalam dunia kerja.

“RUU ini harus mampu menjawab aspirasi pekerja sekaligus memberikan kepastian hukum bagi dunia usaha. Kesejahteraan buruh dan pertumbuhan industri harus berjalan bersama, bukan dipertentangkan,” tegasnya.

Netty menjelaskan, Fraksi PKS secara konsisten memperjuangkan sejumlah isu strategis dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan, antara lain perlindungan upah yang layak, pembatasan praktik outsourcing yang berlebihan, kepastian status bagi pekerja kontrak, penguatan jaminan sosial, serta perlindungan bagi pekerja informal dan pekerja platform digital seperti pengemudi daring dan freelancer.

“Negara tidak boleh absen dalam melindungi buruh. Tidak boleh ada pekerja yang hidup dalam ketidakpastian, baik di sektor formal maupun informal,” lanjut Netty.

Namun demikian, Netty juga mengajak para pekerja untuk terus meningkatkan kualitas diri. Di tengah perubahan dunia kerja yang begitu cepat, peningkatan kompetensi, penguasaan keterampilan baru, serta pembangunan sikap mental yang positif menjadi kunci agar pekerja Indonesia semakin berdaya saing.

“Pekerja masa depan adalah mereka yang adaptif, terus belajar, dan mampu memanfaatkan setiap peluang. Program pelatihan, vokasi, dan berbagai dukungan dari pemerintah harus dioptimalkan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing tenaga kerja kita,” ujarnya.

Di sisi lain, Netty juga mengapresiasi berbagai langkah pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja, seperti kenaikan upah minimum, penguatan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP), perluasan pelatihan vokasi, subsidi upah, serta dukungan terhadap perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Program-program tersebut merupakan fondasi awal yang baik. Namun, perlu diperkuat melalui regulasi yang kokoh agar berkelanjutan dan memberikan kepastian jangka panjang bagi pekerja maupun dunia usaha,” katanya.

Netty juga mengingatkan dunia usaha agar memandang pekerja bukan semata sebagai faktor produksi, melainkan sebagai mitra strategis dalam pertumbuhan perusahaan. Karena itu, pengusaha perlu mengedepankan prinsip keadilan, keseimbangan, dan keberlanjutan dalam menjalankan usaha.

“Keberhasilan perusahaan tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu menghadirkan kesejahteraan, rasa aman, dan ruang berkembang bagi para pekerjanya,” tegas Netty.

“May Day tahun ini harus menjadi momentum memperkuat kolaborasi, bukan memperlebar konflik. Buruh yang kompeten, pengusaha yang berkeadilan, dan pemerintah yang hadir adalah fondasi bagi Indonesia yang maju dan berdaya saing,” tutup Netty.

Selamat Hari Buruh Internasional 2026.

Mari bersama membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat bagi seluruh pekerja.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo

1 Mei 2026 - 22:40 WIB

Respons Pengamat soal Yusril Usul Parliamentary Threshold Ikuti Jumlah Komisi DPR

30 April 2026 - 18:44 WIB

Cak Imin: PKB Siap Dukung Prabowo di Pilpres 2029

30 April 2026 - 09:40 WIB

Populer POLITIK