Menu

Mode Gelap
Anomali: Rupiah Melemah saat Dolar AS Melemah di Dunia Petani Sawit Buntung Akibat Rupiah Lemah Survei: 56 Persen Rakyat Nilai Ekonomi Sedang Buruk Rupiah Tembus 17 Ribu Lehih Bukan soal Moneter Semata Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman

EKONOMI

Rupiah Tembus 17 Ribu Lehih Bukan soal Moneter Semata

badge-check


					Rupiah Tembus 17 Ribu Lehih Bukan soal Moneter Semata Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Nilai tukar rupiah terus merosot hingga menyentuh angka Rp17.906 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Kamis siang, melemah 0,58 persen dibanding penutupan hari sebelumnya. Kondisi ini menjadi alarm bagi para ekonom yang menegaskan bahwa pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan kebijakan moneter, melainkan cerminan dari masalah fiskal yang menggerus kepercayaan investor.

Hal itu mengemuka dalam forum Indonesia Leaders Talk (ILT) seri ke-269 yang digelar Sabtu (30/5/2026) melalui kanal YouTube Mardani Ali Sera. Hadir sebagai pembicara politisi PKS Mardani Ali Sera, peneliti INDEF Tauhid Ahmad, peneliti Litbang Kompas Budiawan Sidik Arifianto, serta mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Mardani Ali Sera menyebut pelemahan ini berdampak langsung hingga ke level rumah tangga. “BI sudah menaikkan suku bunga 50 basis poin, artinya KPR akan naik, cicilan motor akan naik, dan ujung akhirnya beban ekonomi keluarga kita akan makin berat,” ujarnya.

Ia menyoroti bahwa meskipun pemerintah memiliki alasan ideologis di balik program-program besarnya seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih, pasar asing justru membaca kebijakan itu sebagai sinyal hilangnya kehati-hatian fiskal. “Banyak outflow keluar. Ini justru fiskal problem-nya yang membawa dampak kepada moneter,” tegasnya.

Tauhid Ahmad dari INDEF menambahkan bahwa pelemahan rupiah juga dipicu oleh pertumbuhan impor yang jauh melampaui ekspor. Pada kuartal pertama 2026, pertumbuhan impor tercatat 7,18 persen berbanding ekspor yang hanya tumbuh 0,9 persen, sehingga menciptakan defisit transaksi berjalan sebesar 4 miliar dolar AS.

Sementara itu, cadangan devisa yang digunakan untuk operasi moneter terus menyusut hampir 10 miliar dolar AS dalam enam bulan terakhir, namun hasilnya dinilai belum efektif menahan laju pelemahan rupiah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Anomali: Rupiah Melemah saat Dolar AS Melemah di Dunia

2 Juni 2026 - 12:54 WIB

Ruoiah menembus posisi terendahnya sejak krisis moneter silam. (Al Sattar)

Survei: 56 Persen Rakyat Nilai Ekonomi Sedang Buruk

2 Juni 2026 - 08:48 WIB

Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo

1 Juni 2026 - 15:51 WIB

Populer EKONOMI