Menu

Mode Gelap
Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilkan Rupiah Pasar Saham Merosot usai Pidato Prabowo soal DSI Asumsi Makro RAPBN 2027 Dinilai Terlalu Optimis GSBK Desak Kejagung Usut Dugaan Korupsi KPR PT BAS Rp1,3 Triliun di BTN

EKONOMI

Penerimaan Pajak April Meningkat, tapi Bersifat Musiman

badge-check


					Foto: ilustrasi (AI) Perbesar

Foto: ilustrasi (AI)

INAnews.co.id, Jakarta– Lonjakan penerimaan pajak pada April 2026, termasuk PPh 21, PPN, dan PNBP, dinilai lebih mencerminkan siklus tahunan ketimbang sinyal pemulihan fundamental ekonomi. Bulan April memang secara historis menjadi puncak penerimaan pajak karena banyak wajib pajak badan melunasi kekurangan bayar.

“Pola pajak kita memang cenderung punya puncaknya di April. Setelah itu akan lebih moderat lagi sampai Desember,” jelas Eko Listiyanto dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).

Ia menambahkan, pemerintah kini mengandalkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari berbagai kementerian untuk menutup kebutuhan fiskal. Namun koordinasi yang lemak antar kementerian dalam mengajukan pungutan baru, yang kemudian banyak dicabut kembali, justru memunculkan kesan kebijakan trial and error dan merusak kredibilitas di mata pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Defisit Kepercayaan, Ujian Terberat Ekonomi Prabowo

1 Juni 2026 - 15:51 WIB

BI Naikkan Suku Bunga demi Stabilkan Rupiah

1 Juni 2026 - 11:47 WIB

Pasar Saham Merosot usai Pidato Prabowo soal DSI

1 Juni 2026 - 09:45 WIB

Populer KEUANGAN