INAnews.co.id, Jakarta– Di balik berbagai target ambisius, tantangan terbesar pemerintahan Prabowo bukan sekadar menjaga angka pertumbuhan, melainkan memulihkan kepercayaan publik dan pelaku pasar. Demikian penegasan Eko Listiyanto saat menutup diskusi.
“Ada defisit trust. Tidak ada kepercayaan terhadap data makro, perubahan kebijakan tiba-tiba, pengeluaran yang ngebut di awal, semua itu menciptakan keraguan besar di pelaku ekonomi,” katanya dalam podcast di kanal YouTube INDEF, Sabtu (30/5/2026).
Menurutnya, kepercayaan hanya bisa dibangun melalui tiga hal: tata kelola yang baik, strategi yang terencana, dan komunikasi kebijakan yang memadai kepada publik. Bila kepercayaan itu berhasil dibangun, ia optimistis kebijakan-kebijakan baru pemerintah, sebesar apa pun, akan lebih mudah diterima pasar.
“Kalau trustnya dapat, insyaallah mau bikin kebijakan apa saja dapat,” ujarnya.






