Menu

Mode Gelap
Ricuh Diskusi di UGM, Akibat Demokrasi tak Dikawal Hukum CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN Tuntutan Demo Mahasiswa 3 Hari Berturut-turut Rasional Perjalanan Wahyuning Darwati Menjemput Gelar Doktor Meminta Koperasi Merah Putih Diaudit Menyoroti Daftar 26 Nama Terduga Terlibat Korupsi BGN yang Menghilang

EKONOMI

Danantara: Lima Bank Himbara Setara 10 persen Kapitalisasi Pasar Indonesia

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perksa Roeslani menyampaikan bahwa kelima bank Himbara, Bank Mandiri, BNI, BRI, BSI, dan BTN, memiliki nilai kapitalisasi pasar gabungan yang sangat besar, mencerminkan sekitar 10 persen dari total nilai kapitalisasi pasar seluruh perusahaan di Indonesia.

Hal ini disampaikan usai pertemuan bersama jajaran direksi dan komisaris kelima bank Himbara dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis (18/6/2026). Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa perbankan Himbara bukan sekadar entitas bisnis, melainkan juga turut mempengaruhi arah kebijakan ekonomi nasional.

Disebutkan bahwa nilai kapitalisasi Bank Mandiri berada di kisaran Rp450 triliun, BRI sedikit di atasnya, sementara BNI mendekati level serupa, ditambah kontribusi dari BSI dan BTN.

Presiden meminta agar perbankan Himbara tidak hanya mengejar laba, tetapi juga memastikan pemerataan akses pembiayaan ke seluruh lapisan masyarakat, mulai dari UMKM, sektor komersial, hingga korporasi. Bahkan, suku bunga untuk UMKM diharapkan berada di level yang sama atau lebih rendah dibanding korporasi, mengingat dampaknya yang langsung dirasakan masyarakat kecil.

Meski demikian, prinsip kehati-hatian (prudensial) tetap menjadi syarat utama dalam menjalankan bisnis perbankan tersebut.

Terkait kenaikan suku bunga acuan BI (BI rate), dijelaskan bahwa pertumbuhan kredit perbankan nasional sepanjang periode 2025-2026 tetap tumbuh rata-rata 15 persen, dengan likuiditas dana pihak ketiga juga naik dua digit. Rasio kredit bermasalah (NPL) tercatat terjaga rendah, dengan Bank Mandiri berada di angka 0,9 persen, sementara rata-rata NPL bank Himbara secara keseluruhan berkisar 0,9 persen hingga 1,8 persen.

Ditegaskan pula bahwa Presiden tidak memberikan arahan khusus untuk menahan suku bunga kredit, namun menekankan pentingnya efisiensi dan produktivitas perbankan agar dampak kenaikan suku bunga acuan tidak membebani UMKM dan dunia usaha secara berlebihan.

Disinggung pula bahwa kesepakatan antara Presiden AS Donald Trump dan pemerintah Iran turut mendorong penurunan harga minyak dunia ke bawah USD80 per barel, yang diharapkan memberikan sentimen positif bagi perekonomian nasional. Sektor pangan juga disebut sebagai salah satu sektor prioritas yang memerlukan perhatian khusus, seiring upaya mendorong perekonomian Indonesia menjadi lebih mandiri (berdikari) dengan dukungan sektor perbankan, khususnya Himbara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

CBA Sebut Kebijakan Bahlil Berpotensi Ganggu Pasokan Batu Bara PLN

19 Juni 2026 - 23:18 WIB

Kondisi Ekonomi dan Demokrasi Indonesia

19 Juni 2026 - 18:59 WIB

Ekspor Pertanian Naik Rp166 T di Tengah Konflik Global

19 Juni 2026 - 16:54 WIB

Populer EKONOMI