INAnews.co.id, Jakarta– Aktivis 98, Ray Rangkuti mengkritisi acara yang digelar Budiman Sudjatmiko dan Nusron Wahid di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang berujung kericuhan dengan mahasiswa, dengan menyebut kegiatan itu sejatinya sosialisasi kampanye keberhasilan pemerintah, bukan dialog maupun diskusi.
Dalam perbincangan dengan Abraham Samad yang diunggah Sabtu (20/6/2026), Ray menjelaskan bahwa diskusi semestinya melibatkan narasumber dengan perspektif beragam, sementara dialog mensyaratkan adanya pembicaraan sebelum keputusan diambil. Menurutnya, acara di UGM tidak memenuhi kedua kriteria tersebut karena tema dan penyelenggaranya seragam, serta pesan yang dibawa adalah kebijakan yang sudah final seperti MBG dan Koperasi Merah Putih.
“Sosialisasi itu enggak dibutuhkan oleh masyarakat, lebih-lebih mahasiswa,” kata Ray.
Ray juga mempertanyakan posisi Budiman dan Nusron dalam koalisi pemerintahan, menyebut keduanya tidak memiliki kekuatan politik signifikan untuk mengadvokasi aspirasi masyarakat ke dalam kebijakan nyata.
Ia menambahkan, penolakan mahasiswa terhadap acara tersebut wajar karena masyarakat sudah melihat sendiri persoalan di lapangan, termasuk dugaan korupsi dan kasus keracunan dalam program MBG.






