BBM ilegal di Kota Bitung sudah meresahkan masyarakat

Salah satu potongan video yang diterima redaksi , ketika oknum sopir tangki BBM milik Pertamina di Kota Bitung membiarkan masyarakat mengambil minyak dari tangki secara terang-terangan di salah satu SPBU di Kota Bitung , Sulawesi Utara (foto :Red).

INANews.co.id ,  Bitung – Panglima Besar Brigade Waraney Malesung Tommy Rondonuwu mengecam adanya bisnis BBM ilegal yang ada di Kota Bitung.

Tommy menilai hal ini harus menjadi atensi utama Polres Bitung. Pasalnya bisnis ilegal ini sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.

“Saya sudah pantau sejak lama tapi tetap saya serahkan sepenuhnya ke aparat hukum , akan tetapi makin dibiarkan makin lebih terang terangan para pelaku melakukan bisnis ilegal ini, ” ujar Tommy saat ditemui di Bitung pada Senin 10 juni 2019.

Lanjut Tommy salah satu contoh transportir yang mengangkut minyak untuk di salurkan ke SPBU sering sekali terlihat kencing di beberapa tempat yang ada di Kota Bitung bahkan ada yang secara terang terangan kencing di dalam SPBU.

“Semua ada buktinya ke saya, BBM yang mereka keluarkan itu dengan jumlah yang cukup banyak dan sesuai investigasi kami di lapangan modus dari pada sopir pengantar BBM ini adalah dengan membuat berupa kantong yang letaknya ada di dalam tangki, ” jelas Tommy.

Tommy Rondonuwu , Panglima Besar Bridge Wareney

Lanjut Tommy , BBM yang di curi itu sudah di atur sehingga BBM yang di bawa ke SPBU itu tidak berkurang karena yang diambil adalah BBM yang ada dalam kantung tersebut yang sudah di isi dari Depot Pertamina di wilayah Bitung.

“Apalagi BBM yang sering di salah gunakan itu ada lah BBM bersubsidi dan akhirnya yang menjadi korban disini adalah masyarakat , ketika masyarakat mau membeli BBM bersubsidi itu sering habis dan kalaupun ada pasti melalui antrian yang cukup panjang sehingga menyita waktu untuk berkerja, ” jelas Tommy.

Tommy juga mengungkapkan ada beberapa SPBU yang nakal yang menjual BBM bersubsidi ke pengusaha pengusaha untuk di jual ke Industri.

“Saya minta Kepala Depot pertamina yang ada di kota bitung lebih ketat mengawasi sopir transportir BBM yang menyalurkan BBM ke SPBU, ” tambah Tommy.

Tommy juga meminta aparat Kepolisian tindak tegas SPBU yang menjual BBM subsidi jenis solar kepada pengusaha yang akan di jual kembali ke industri.

“Modus dari para pelaku ilegal ini sudah bermacam macam ada yang membeli ke SPBU memakai galon ada juga yang memakai mobil yang sudah di renovasi tangki BBM di mobil tersebut sehingga antrian di SPBU menjadi sangat panjang dan kalau hal ini terus berlanjut berarti diduga ada pembiaran dari pihak Pertamina, ” tegas Tommy.

Pihak Kepolisian harus Tegas

Sementara praktisi hukum di Kota Bitung  Refly Pantow SH. CLA, menilai masalah BBM ilegal yang ada di Kota Bitung sudah sangat meresahkan.

“Secara hukum dan tidak memandang siapa yg melatarbelakangi bisnis ilegal tersebut apakah dari oknum kepolisian maupun dari oknum TNI dan masyarakat, harus diberikan efek jera agar tidak ada lagi generasi berikutnya yang akan melakukan bisnis ilegal BBM itu , ” tegas Refly saat di konfirmasi pada Selasa 11 juni 2019.

Refly juga meminta kepada Kepolisian dalam hal ini polres Bitung untuk menangani persoalan ini dan apabila polres Bitung tidak juga mampu untuk mengungkap persoalan ini Refly berharap pihak Polda Sulawesi Utara yang harus turun tangan.

Praktisi Hukum Refly Pantow SH. CLA

Refly juga meminta masyarakat harus menjadi fungsi kontrol sosial untuk bisnis ilegal ini dan segera melaporkan kepada pihak Kepolisian.

“Karena barang siapa yang menyalah gunakan BBM bersubsidi itu adalah perbuatan melawan hukum dan harus di tindak tegas tanpa melihat siapa pelakunya , ” ujar Refly.

Sampai berita ini di turunkan belum ada klarifikasi dari pihak pertamina dalam hal ini kepala depot pertamina kota Bitung.

 

Penulis : Resa R

Editor : M.Helmi. R

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here