Paranoid Rapat Pleno jelang Munas Partai Golkar

INAnews.co.id , Jakarta – Urgensi rapat pleno Partai Golkar menjelang Musyawarah Nasional ternyata menjadi pertanyaan banyak pihak . Sampai saat ini ketidakpastian waktu rapat pleno belum terdengar di tubuh Partai Golkar.

Chairudin Simatupang selaku Dewan Pakar Partai Golkar mengatakan Rapat Pleno adalah hal yang penting untuk Partai Politik, karena ini merupakan Forum Demokratis untuk mendengarkan masukan semua pandangan , pendapat , usulan , saran dan konsep dari para Pengurusnya. Serta mengevaluasi kebijakan – kebijakan yang telah dilaksanakan.

Chairudin melihat jika hembusan dan desakan Rapat Pleno jadi sebuah paranoid padahal pentingnya rapat pleno ini untuk mengevaluasi hasil Pemilu dan Pileg 2019.

“Rapat pleno tidak hanya membahas masalah – masalah Rapimnas dan Munas saja tapi lebih banyak membahas strategi dan langkah kebijakan partai yang cerdas dan malah menguntungkan buat Partai dalam mensikapi situasi dan kondisi yang terjadi saat ini,” ucap Chairudin saat ditemui di Jakarta pada Rabu 28 agustus 2019.

Chairudin melihat kepemimpinan Airlangga sebagai Ketua Umum terlihat hanya sebagai penonton, bukan sebagai pemain yang bisa memainkan perannya , dan bukan hanya sebagai partai pengemis yang hanya menunggu jatah kursi menteri.

“Airlangga saya lihat hanya bisa melakukan diksi dan narasi Politik Pinggiran dan tidak mampu melakukan Politik tingkat tinggi yang menujukan peran Partai Golkar sebagai partai senior dan saya lihat malah sebaliknya kita malah seperti partai baru dan malah menjadi penonton yang lugu,” jelas Chairudin.

Tambah Chairudin Partai Golkar harusnya bisa mengekspos kekuatan SDM dan infrastruktur Partai guna melakukan kesepakatan dalam konstalasi politik Nasional.

“Golkar adalah guru politik bagi partai lain, bicara koalisi dan program harusnya lebih matang, apalagi mampu membawa Jokowi bisa menang dalam Pemilu 2019, dan semua program yang di hembuskan oleh Jokowi soal pembangunan dan infrastruktur Golkar sudah matang dalam hal itu di era orde baru,” tambahnya.

Hal lainnya menurut Chairudin Partai Golkar dianggap belum memaksimalkan konsolidasi, kaderisasi politik dan ideologi partai.

Sementara saat ditanya soal kesiapan Bambang Soesatyo untuk maju sebagai calon Ketua Umum Partai , Chairudin mengatakan partai ini adalah partai demokratis siapapun kader partai boleh berhak mencalonkan sebagai Ketua Umum.

“Saat ini kaderisasi dan konsolidasi partai seperti hanya sebagai partai peneriak bukan hanya sebagai partai penguasa. Perubahan status Partai Golkar tadinya merupakan sebuah kapal induk telah berubah menjadi kapal kecil , bahkan jika ini terus berlanjut bisa jadi hanya sebagai partai yang ibarat kapal nelayan, ” ungkap Chairudin

Ditambahkan olehnya keterbatasan ruang dan tempat membuat kader- kader terbaik Partai Golkar saling sikut berebut posisinya.

“Ketakutan tidak mendapat posisi yang terbaik didalam Partai karena korelasinya dengan jabatan tinggi dan terhormat yang akan didapat di tingkat Negara, ” tutup Chaerudin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here