Menu

Mode Gelap
Ikrar: Eggi Sudjana dan Damai Dapat SP3 karena Kooperatif kepada Jokowi Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo 2029 Dikomentari ‘Sinis’ Pengamat Mardani Usul Pilkada Asimetris: Gubernur Lewat DPRD, Bupati-Wali Kota Tetap Langsung Demo Massa LPMLK Ricuh Desak Presiden Prabowo Pecat Menteri Nusron Wahid dan Kepala BPN Jakarta Timur  Penyaluran KUR Pekerja Migran Didorong Tepat Waktu dan Tepat Sasaran Pengamat Menimpali Kritik Aktivis atas Kunjungan Gibran ke Papua

POLITIK

Demokrasi Harus Tetap di Relnya Agar Gonjang-ganjing Tidak Terjadi

badge-check


					Foto: Pakar politik Ikrar Nusa Bhakti, dok. kompas Perbesar

Foto: Pakar politik Ikrar Nusa Bhakti, dok. kompas

INAnews.co.id, Jakarta– Pakar politik Ikrar Nusa Bhakti mengingatkan kepada kita semua agar demokrasi tetap pada relnya. Hal itu kata Ikrar, agar gonjang-ganjing tidak terjadi pasca tahun 2024 ini.

“Dan kalau gara-gara lima orang aja kita enggak bisa bergerak, enggak bisa membangun demokrasi dengan baik, membalikkan demokrasi ke relnya, saya patut bertanya: apakah kemudian memang kita tidak lagi memiliki satu kekuatan moral, kekuatan politik untuk kemudian mengembalikan demokrasi ke relnya supaya gonjang-ganjing politik pasca 2024 ini tidak akan terjadi,” kata Ikrar Busa Bhakti lewat potongan video viral di media sosial, dikutip INAnews.co.id, Minggu, 14 Juli 2024

Ikrar menyatakan itu ketika menyinggung dinasti politik. Dinasti politik yang kata dia sedang dibangun oleh Presiden RI Joko Widodo.

Kata Ikrar, dalam membangun dinasti politiknya itu, Jokowi melibatkan isteri, anak dan mantu.

“Dan ini sebetulnya kalau dilihat dinasti politik Jokowi—cuma lima orang yang terlibat. Maksud saya lima orang yang terlibat itu: Joko Widodo, dan ini untuk pertama kalinya saya sebut—Ibu Iriana karena selama ini saya enggak pernah mau menyebut Ibu Iriana ya; kemudian Gibran yang kemudian Kaesang dan kemudian Bobby. Lima,” ungkap Ikrar.

Lima orang itu disebut Ikrar yang menjadi sumber bangunan dinasti yang sedang dibangun oleh presiden republik Indonesia.

Ikrar mengajak selain kita, TNI dan Polri untuk menghindari agar dinasti politik tidak terjadi.

“Dan makanya itu saya katakan mari kita ajak kembali teman-teman di TNI, teman-teman di polisi, jangan sampai, jangan sampai yang disebut dengan dinasti politik benar-benar akan terjadi,” ajaknya.

“Yang sebetulnya dinasti politik itu adalah dinasti politiknya Jokowi, mungkin bergabung dengan dinasti politiknya Prabowo Subiant dan Orde Baru yang lain,” imbuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Ikrar: Eggi Sudjana dan Damai Dapat SP3 karena Kooperatif kepada Jokowi

20 Januari 2026 - 13:41 WIB

Partai Gema Bangsa Dukung Prabowo 2029 Dikomentari ‘Sinis’ Pengamat

20 Januari 2026 - 12:25 WIB

Mardani Usul Pilkada Asimetris: Gubernur Lewat DPRD, Bupati-Wali Kota Tetap Langsung

19 Januari 2026 - 20:15 WIB

Populer POLITIK