Menu

Mode Gelap
500 Kasus 10 Tahun: UU ITE Dinilai Jadi Alat Kriminalisasi Lima Kali Ganti Presiden dalam Lima Tahun, Begini Politik Peru Pakar ITE: Roy Suryo dan Dokter Tifa Korban Salah Penerapan UU Bolivia Kuasai Litium Dunia, Rakyatnya Masih Hidup Miskin Peru Penghasil Emas Terbesar, tapi Rakyatnya tak Mampu Beli Perhiasan Pemerintah Resmi Luncurkan Polling Pemilihan Logo HUT Ke-81 Kemerdekaan RI

INDAG

Produksi Beras Tertinggi dalam Sejarah, Pemerintah Bangun 100 Gudang Baru Bulog

badge-check


					Stok beras Bulog saat diangkat oleh buruh pasar Perbesar

Stok beras Bulog saat diangkat oleh buruh pasar

INAnews.co.id, Jakarta– Presiden Prabowo Subianto mengumumkan produksi beras Indonesia telah mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah NKRI, sehingga pemerintah harus menambah kapasitas gudang.

“Produksi beras kita tertinggi sepanjang sejarah NKRI. Dan masalahnya sekarang adalah kita kekurangan gudang,” ujar Prabowo di Munas ke-VI PKS, Senin (29/9/2025).

Untuk mengatasi masalah ini, Prabowo telah mengalokasikan dana Rp5 triliun untuk membangun 100 gudang baru Bulog. Setiap gudang akan dibangun di lahan sekitar 5 hektar dengan teknologi modern.

Capaian produksi beras ini merupakan hasil dari program cetak sawah baru seluas 480.000 hektar, di mana 280.000 hektar sudah dikerjakan.

Presiden juga menyinggung kemudahan dalam mengalokasikan anggaran untuk kepentingan rakyat. “Karena penghematan kita dari macam-macam kebocoran dan korupsi yang kita cegat, sekarang Presiden Republik Indonesia agak gagah sedikit. Kalau untuk kepentingan rakyat, setuju, turunkan uang segera,” katanya.

Sebaliknya, untuk anggaran yang bersifat konsumtif, Prabowo memilih mengurangi. “Kalau untuk hura-hura kita kurangi—termasuk kunjungan kerja, FGD, rapat-rapat di mana-mana,” tegasnya.

Prabowo juga mengumumkan program lain untuk petani, termasuk pembangunan 20.000 hektar tambak di Pantura Jawa Barat yang akan membuka 130.000 lapangan kerja, serta modernisasi 1.500 kapal nelayan yang menghasilkan 600.000 lapangan kerja baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Hikmahanto: Damai AS-Iran Untungkan Teheran, RI Diminta Keluar dari BoP

23 Juni 2026 - 14:35 WIB

Rakyat Punya Daya Tahan Hadapi Represi Penguasa

23 Juni 2026 - 11:59 WIB

Pola Tangani Kritik Mahasiswa Masih Gaya Orde Baru

22 Juni 2026 - 14:00 WIB

Populer NASIONAL