Menu

Mode Gelap
Age Matters: Kenapa Kambing Harus “Poel”? Bedah Tuntas Syarat Minimal Usia Benchmark Internasional: Australia, India, Afrika Selatan Sudah Buktikan REZ Berhasil PLN: Mismatch Lokasi EBT dan Industri Masih Jadi Tantangan Besar Konsep REZ Bukan Kebijakan Baru, tapi Integrasi Sudah Lama Absen Tiga Misalignment Hambat Transisi Energi-Industri Indonesia REZ Jadi Kunci Kebutuhan Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia

NASIONAL

Pemerintah Indonesia Tunjukkan Dukungan pada Misi Kemanusiaan Global Sumud Flotilla

badge-check


					Foto: dok. ist Perbesar

Foto: dok. ist

INAnews.co.id, Jakarta– Setelah lolos dari intersepsi Israel, dua kapal observer Global Sumud Flotilla yang membawa dokumen dan barang berharga penting berlabuh di Siprus. Di sana, delegasi dari Kedutaan Besar Indonesia di Roma menjemput para aktivis Indonesia.

“Gus Menteri juga datang. Beliau luar biasa, atas nama pribadi dan pemerintah,” ungkap Muhammad Husein, aktivis yang terlibat dalam misi tersebut.

Namun Husein mengakui bahwa dukungan pemerintah masih “sampai titik tertentu” dan belum maksimal. Ketika ditanya apakah pihak-pihak yang selama ini menjadikan isu Palestina sebagai komoditas politik turut membantu, jawabannya: “Sebagian iya, sebagian tidak.”

“Memang ada oknum yang menjadikan isu ini untuk kepentingan pribadi. Mereka tidak membantu, atau kalau membantu itu relatif – ngumpulin sekian miliar tapi cuma kirim sekian. Itu bukan membantu, itu mengambil keuntungan,” kritik Husein tajam.

Ia menyoroti fenomena “berpura-pura peduli”: “Jangan terlalu senang dengan pernyataan presiden ini, presiden itu yang bilang tegas blabla, tapi hubungan dengan Israel tetap jalan. Ini terjadi di skala makro maupun mikro. Palestina memang selalu menjadi komoditas politik.”

Meski demikian, Husein mengapresiasi Indonesia yang untuk pertama kalinya dalam sejarah berhasil menyatukan 25 NGO dalam satu gerakan bersama. “Indonesia 7 tahun berturut-turut dinobatkan negara paling dermawan di dunia. Ini bukan hanya slogan, ini terbukti.”

Tentang Konstitusi Indonesia yang mengamanatkan penghapusan penjajahan di muka bumi, Husein menegaskan: “Sebagai warga Indonesia, saya punya kewajiban mengawal visi misi bangsa ini. Sayang sekali semangat ini redup. Banyak yang bilang ‘ngapain jauh-jauh bantu Palestina’. Padahal ini cara kami merawat agar tidak mengkhianati konstitusi.”

Husein menutup dengan harapan: “Gerakan ini adalah benchmark bagi anak-anak kita. Ketika kalian berpura-pura peduli, kami betul-betul peduli. Ini untuk menunjukkan kepada dunia bahwa ketika pemerintahan gagal, masyarakat sipil masih punya kekuatan untuk bergerak.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

PLN: Mismatch Lokasi EBT dan Industri Masih Jadi Tantangan Besar

29 April 2026 - 21:49 WIB

Tiga Misalignment Hambat Transisi Energi-Industri Indonesia

29 April 2026 - 17:36 WIB

Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu

29 April 2026 - 13:27 WIB

Populer NASIONAL