Menu

Mode Gelap
Gelar Deklarasi Papua Damai, Pemuda KMPN Tegaskan Dukung Pembangunan dan NKRI The Hidden Defects: Cacat Hewan yang Bikin Qurban Kamu Jadi “Daging Biasa” INDEF: Ekonomi RI Melambat, Proyeksi TW2-2026 Hanya 5,1 Persen Rupiah Tertekan ke Rp17.400, BI tak Bisa Kerja Sendiri Defisit APBN Triwulan I Capai 0,93 Persen, Lampu Kuning Fiskal RI Perang Timur Tengah Ancam Fiskal dan Daya Beli RI

INDAG

IHSG BEI Kamis Menguat

badge-check


					IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa). Perbesar

IHSG dalam pekan ini diperkirakan masih akan tertekan oleh sejumlah sentimen. (Al Sattar/ foto Istimewa).

INAnews.co.id, Jakarta– Pada perdagangan Kamis (27/11/2025), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat ke level sekitar 8.611,33. Namun, pada sesi pagi, IHSG berbalik arah melemah sekitar 0,28% ke posisi 8.577 di pukul 09.35 WIB, terdorong oleh koreksi pada sektor saham teknologi dan kesehatan. IHSG sempat menyentuh level tertinggi 8.622,26 dan terendah 8.570,90 pada perdagangan pagi hari ini. Dari total saham yang diperdagangkan, 241 saham menguat, 279 saham melemah, dan 173 saham stagnan, dengan volume perdagangan sebanyak 15,1 miliar lembar saham dan nilai transaksi sekitar Rp7,5 triliun. Posisi nilai tukar dolar AS terhadap Rupiah berada di kisaran Rp16.631 pada saat itu.

Sebelumnya, pada Rabu (26/11), IHSG mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high) di level 8.602,13 dengan penguatan 0,94%. Transaksi pada hari Rabu mencapai Rp26,65 triliun dengan frekuensi 2,68 juta kali, dan kapitalisasi pasar mencapai Rp15.711 triliun. Saham-saham dengan transaksi dan penguatan signifikan antara lain PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) naik 19,82%, PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) naik 11,76%, serta PT Sanurhasta Mitra Tbk. (MINA) melonjak 25%.

Sektor-sektor saham yang mengalami tekanan hari ini di antaranya sektor teknologi turun 0,58%, sektor kesehatan turun 0,75%, dan sektor keuangan melemah sekitar 0,26%. Sedangkan indeks saham pendukung seperti LQ45 mencatat penurunan sebesar 0,70% ke posisi 858.

Data tersebut mengindikasikan kondisi pasar saham Indonesia yang masih dinamis dengan sentimen sektoral yang mempengaruhi pergerakan IHSG pada hari ini, Kamis, 27 November 2025. Demikian dikutip berbagai sumber.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Gelar Deklarasi Papua Damai, Pemuda KMPN Tegaskan Dukung Pembangunan dan NKRI

1 Mei 2026 - 18:35 WIB

Defisit APBN Triwulan I Capai 0,93 Persen, Lampu Kuning Fiskal RI

1 Mei 2026 - 11:20 WIB

Perang Timur Tengah Ancam Fiskal dan Daya Beli RI

1 Mei 2026 - 09:19 WIB

Populer KEUANGAN