INAnews.co.id, Davos- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia terhadap perdamaian global dan persahabatan universal dalam pidatonya di World Economic Forum Davos, Kamis (22/1/2026), di tengah ketidakpastian geopolitik dunia.
“Jika Anda ingin mengambil satu hal dari pembicaraan saya hari ini, mungkin ini: Indonesia pilih perdamaian atas kekacauan. Kami ingin jadi teman semua, musuh tak seorang pun. Seribu teman terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak,” kata Prabowo.
Ia menekankan bahwa perdamaian dan stabilitas adalah aset paling berharga. “Sejarah mengajarkan kita, perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama untuk pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” ujarnya di hadapan para pemimpin dunia.
Indonesia ingin menjadi tetangga baik dan warga dunia yang bertanggung jawab, melindungi lingkungan dan alam. “Kita tidak boleh hancurkan alam. Kita harus hidup bersama alam. Kita harus jaga dan jadi bagian dari masa depan penuh harapan,” katanya.
Harapan itu harus didasarkan pada kredibilitas, eksekusi kebijakan publik yang baik, dan rekam jejak pertumbuhan yang berkelanjutan dengan keadilan.
Prabowo mengajak dunia membangun masa depan bersama. “Mari kita lanjutkan perjalanan meningkatkan kualitas hidup untuk semua, hidup dalam perdamaian, kebebasan, persahabatan, toleransi, koeksistensi, dan kerja sama untuk semua ras, semua etnis, semua agama,” ajaknya.
“Mari kita lanjutkan pengejaran keadilan untuk semua, keamanan dan kebebasan untuk semua,” tambahnya.
Indonesia akan menyelenggarakan Ocean Impact Summit pertama di Bali Juni 2026 bersama WEF, dengan partisipasi Ray Dalio dan kapal riset OceanX. “Indonesia yang 3/4 lautan sangat peduli masa depan samudra kita,” kata Prabowo menutup pidato.
Ia mengakhiri dengan doa perdamaian dari berbagai tradisi: “Assalamualaikum, Shalom, Om Shanti Shanti Om. Semoga damai menyertai kita semua.”






