Menu

Mode Gelap
Vicky Prasetyo: Heritage Medical Bekasi Dibutuhkan Masyarakat Luas Didik Anak Soal Uang Sebelum Terlambat Zakat Bukan Hanya Ibadah, tapi Penyeimbang Ekonomi Waktu adalah Senjata Finansial Gaya Hidup Palsu Mengancam Kesehatan Finansial Budget Qurban: Nabung vs Sedekah Uangnya, Mana yang Lebih Afdal?

POLITIK

Ruang Digital Jadi Rimba Liar di Setiap Pemilu tanpa Update Regulasi

badge-check


					Foto: Rama/tangkapan layar Perbesar

Foto: Rama/tangkapan layar

INAnews.co.id, Jakarta– Isu perlindungan data pribadi, transparansi iklan politik, dan moderasi konten di platform digital menjadi catatan kritis yang kerap luput dari pembahasan revisi UU Pemilu. Direktur SAFEnet, Rama, mengingatkan bahwa pemilu 2024 diwarnai banyak pelanggaran di ranah digital yang belum mendapat respons regulasi memadai.

“Banyak iklan politik di media sosial yang tidak mengungkapkan siapa sponsornya. Bawaslu pun kewenangannya masih terbatas untuk menindak ini,” ujar Rama dalam diskusi media yang digelar Perludem, Kamis (5/3/2026).

Rama juga menyoroti kasus pencatutan data pribadi oleh salah satu paslon dalam Pilkada 2024, yang menurutnya mencerminkan betapa lemahnya perlindungan data pemilih dalam proses elektoral. Warga yang mencoba membuka informasi itu secara mandiri melalui open source intelligence justru menjadi sasaran.

Selain itu, maraknya kampanye berbasis kecerdasan buatan (AI) yang belum diatur batasannya juga menjadi sorotan, termasuk dampaknya terhadap industri kreatif yang kehilangan potensi pendapatan dari tim kampanye.

SAFEnet mendorong agar revisi UU Pemilu secara serius mengatur tiga hal: moderasi konten selama kampanye, transparansi iklan politik di media sosial, dan perlindungan data pemilih, termasuk mendorong segera terbentuknya lembaga Perlindungan Data Pribadi (PDP) yang independen.

“Kita tidak punya lembaga yang mengawasi ke mana data masyarakat mengalir selama pemilu. Ini sangat krusial,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Apresiasi kepada Buruh: Tulang Punggung Pembangunan Nasional

1 Mei 2026 - 23:31 WIB

Syahganda Nainggolan : Masuknya Jumhur Hidayat Dalam Kabinet Sebagai Langkah Tepat Prabowo

1 Mei 2026 - 22:40 WIB

Respons Pengamat soal Yusril Usul Parliamentary Threshold Ikuti Jumlah Komisi DPR

30 April 2026 - 18:44 WIB

Populer POLITIK