Menu

Mode Gelap
Tiga Misalignment Hambat Transisi Energi-Industri Indonesia REZ Jadi Kunci Kebutuhan Mesin Pertumbuhan Baru Indonesia Presiden Prabowo Tinjau TPST BLE Banyumas, Dorong Pengelolaan Sampah Terpadu CBAM Eropa Jadi Alarm: Energi Bersih Kini Syarat Akses Pasar Ekspor Hak Korban dan Keluarga Tabrakan Kereta Harus Dijamin Negara Danantara: Lima Syarat Agar REZ Layak Investasi

EKONOMI

Danantara: Lima Syarat Agar REZ Layak Investasi

badge-check


					Foto: Lucky Lukman Nurrahmat/tangkapan layat Perbesar

Foto: Lucky Lukman Nurrahmat/tangkapan layat

INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Lucky Lukman Nurrahma menegaskan bahwa konsep REZ hanya akan berhasil menarik investasi jika memenuhi lima prasyarat mendasar.

Kelima syarat itu adalah: pertama, adanya anchor offtaker yang kredibel dengan rekam jejak pembayaran yang baik; kedua, alokasi risiko yang adil sesuai kapasitas masing-masing pihak; ketiga, kepastian infrastruktur — termasuk lokasi gardu induk dan kapasitas jaringan; keempat, kepastian regulasi jangka panjang yang konsisten, mengingat kontrak PPA bisa berlangsung 15–25 tahun; dan kelima, pertimbangan cermat atas trade-off antara tuntutan kandungan lokal (TKDN) dan kebutuhan industri akan energi yang terjangkau.

Luki juga menyinggung isu sensitif soal potensi berkurangnya pendapatan PLN jika industri beralih ke energi mandiri. “Jika kita melihat secara holistik dari perspektif pemerintah, kawasan industri yang lebih hijau berpotensi menciptakan pertumbuhan PDB yang lebih besar secara neto. Yang perlu dipikirkan adalah mekanisme berbagi manfaat dari pertumbuhan hijau ini,” ujarnya, Selasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

DADA Siap Bagi-Bagi Dividen sebesar Rp2 Miliar Di Tengah Lonjakan Laba Perseroan sebesar 216,70%

27 April 2026 - 22:52 WIB

Fohoway Indonesia Rayakan Ulang Tahun Ke-5, Bidik 10 Kantor Cabang Baru

26 April 2026 - 09:30 WIB

ReforMiner Institute Dorong EBT Solusi Strategis Saat Krisis Energi

24 April 2026 - 17:42 WIB

Populer EKONOMI