Menu

Mode Gelap
War Tiket Haji Picu Keresahan, 57 Persen Publik Tolak Wacana Mantan Mendikbud Kritik Wacana Penutupan Prodi: Jangan Korbankan Ilmu Murni Membangun Ekosistem Olahraga Basket Yang Kompetitif Dan Berkelanjutan, Garuda West Gelar Turnamen Kelompok Umur Kementerian Haji Baru Dibentuk, Citra Langsung Hancur di Publik 15 Tuntutan AS versus 10 Tuntutan Iran: Jalan Buntu Antrean Haji 26 Tahun, Sistem War Tiket Bukan Solusi

EKONOMI

Fohoway Indonesia Rayakan Ulang Tahun Ke-5, Bidik 10 Kantor Cabang Baru

badge-check


					Foto: dr. Tommy Perbesar

Foto: dr. Tommy

INAnews.co.id, Jakarta– Perusahaan penjualan langsung berbasis produk fisioterapi, Fohoway Indonesia, menggelar Gala Dinner and Convention dalam rangka perayaan ulang tahun kelima, Sabtu (25/4/2026), di Jakarta.

Dr. Tommy, Health Expert sekaligus Area Manager Fohoway untuk wilayah Jakarta-Bandung, menyebut perayaan ini sebagai momentum penegasan eksistensi perusahaan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat.

“Kita ingin menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Fohoway masih terus tumbuh, tetap eksis dan survive di tengah banyaknya kompetitor,” ujarnya. “Kami ingin menanamkan keyakinan bahwa para member sudah berada di perusahaan yang tepat.”

Tema yang diusung tahun ini adalah kebersamaan, together to growth.

Hadir di 44 Negara, Nomor Satu di Asia Pasifik

Dr. Tommy memaparkan sejumlah keunggulan Fohoway dibanding perusahaan sejenis. Pertama, Fohoway merupakan perusahaan global yang telah beroperasi selama 18 tahun dan kini hadir di 44 negara. Tahun ini, perusahaan berencana membuka cabang baru di Australia dan Kanada.

Kedua, produk-produk Fohoway dirancang oleh divisi R&D di China dan telah melalui serangkaian uji riset serta memiliki sertifikasi resmi, termasuk ISO, izin BPOM, dan berbagai dokumen kelayakan lainnya. Ketiga, kantor pusat Asia Pasifik berlokasi di Kemtower, Jakarta, lantai T9.

Untuk pasar Indonesia, Dr. Tommy menyebut posisi Fohoway saat ini berada di peringkat pertama se-Asia Pasifik, mengungguli Vietnam, Malaysia, Myanmar, dan Bangladesh, di luar China. Indonesia bergabung sebagai negara ke-23 dari total 44 negara pada tahun 2021.

Tiga Produk Unggulan dan Satu Peluncuran Baru

Fohoway berfokus pada produk-produk fisioterapi. Dr. Tommy menjelaskan tiga produk utama yang dipasarkan di Indonesia.

Pertama, Portable Magic Device (PMD), alat terapi untuk penderita penyakit saraf seperti stroke, saraf kejepit, kesemutan, nyeri kronis, frozen shoulder, hingga carpal tunnel syndrome. Kedua, Photon Device Pro (PDP), perangkat terapi berbasis teknologi sinar merah dan sinar biru untuk regenerasi sel, mengatasi jerawat, kerontokan rambut, hingga membantu pemulihan organ seperti paru-paru, lambung, dan ginjal. Ketiga, Wentong Device Pro (WDP), alat detoksifikasi tubuh yang bekerja dengan meningkatkan suhu tubuh dua derajat untuk mengeluarkan racun. Produk ini mencatatkan penjualan hingga 1 miliar dolar AS atau sekitar 17 triliun rupiah secara global pada 2024.

Dalam acara ini, Fohoway turut meluncurkan produk baru bernama Fohoway Vino, suplemen antioksidan berbasis teknologi Jerman untuk keperluan anti-aging. Ilmuwan dari Jerman turut hadir langsung untuk mempresentasikan produk tersebut.

10 Kantor Cabang Baru dan 60 Wellness Center

Pada 2026, Fohoway menargetkan pembukaan 10 kantor cabang baru di kota-kota besar Indonesia, menambah tiga kantor cabang yang sudah ada di Pontianak, Bali, dan Manado. Kantor pusat Asia Pasifik tetap berada di Jakarta.

Fohoway juga baru saja meluncurkan program Fohoway Wellness Center, yakni pusat kesehatan modern berkonsep rumah terapi yang dapat dibuka oleh mitra bermodal. Dalam tiga bulan sejak diluncurkan, program ini telah menghadirkan sekitar 60 Wellness Center di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Jakarta, Bogor, Bali, Samarinda, hingga Manado.

“Ini adalah cara Fohoway mendekatkan layanan kepada masyarakat yang belum mampu membeli produk. Mereka bisa mencoba terapi terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli,” jelas Dr. Tommy.

Saat ini, jumlah anggota terdaftar Fohoway di Indonesia hampir mencapai satu juta orang sejak 2021.

Kisah Para Mitra: Dari Titik Nol Menuju Kebebasan Finansial

Sejumlah mitra Fohoway turut berbagi testimoni dalam konferensi pers tersebut. Tergabung Fohoway, Cho Lily pada 14 Oktober 2021–yang mengisahkan perjalanannya dimulai saat pandemi ketika keduanya (suami-isteri) kehilangan pekerjaan. “Kami berada di titik yang bukan hanya nol, tapi minus,” ujarnya. Dalam tiga tahun itu, mereka berhasil meraih peringkat Phoenix Ambassador, peringkat tertinggi Fohoway—dan menjadi orang pertama di Asia Pasifik yang mencapai posisi tersebut.

Siska Hanafi, juga berbagi pengalaman serupa. Mengaku harus meminjam uang hanya untuk membeli produk pertama kali saat bergabung. Kini, dalam 4,5 tahun perjalanan, mereka telah mencapai peringkat Phoenix Ambassador. “Kami merasa seperti baru terbangun dari tidur dengan mimpi yang sangat indah, mimpi itu kini menjadi kenyataan,” kata suaminya, Samuel Hermanto.

Mitra dari Bali, Juliawan bersama isteri, yang kini berperingkat Seven Star, menyebut Fohoway hadir di saat yang tepat ketika sektor pariwisata Bali lumpuh akibat pandemi. “Bersama Fohoway, kami mendapat wadah untuk bertumbuh dan banyak orang telah terbantu, baik secara kesehatan fisik, mental, maupun finansial,” ungkapnya.

Donasi 300 Juta untuk Anak Yatim

Sebagai bagian dari tradisi ulang tahun, Fohoway kembali menggelar program sosial dengan menyalurkan donasi sebesar Rp300 juta kepada panti asuhan di Jakarta Barat. Penyerahan donasi dihadiri langsung oleh CEO, Mr. Nicholas Zhang, dua CEO Internasional, serta perwakilan dari MUI. Ini merupakan ketiga kalinya Fohoway menggelar kegiatan charity sejak hadir di Indonesia.

Acara Gala Dinner malam itu juga dimeriahkan oleh penampilan diva nasional Rossa, yang telah menjadi brand ambassador Fohoway sejak ulang tahun kedua perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

ReforMiner Institute Dorong EBT Solusi Strategis Saat Krisis Energi

24 April 2026 - 17:42 WIB

Konsep Eskalator: Solusi Perempuan Naik Kelas Bareng-Bareng

24 April 2026 - 14:38 WIB

Akses Pembiayaan Perempuan Masih Terganjal Restu Suami

24 April 2026 - 10:30 WIB

Populer EKONOMI