INAnews.co.id, Jakarta– Anies Baswedan mendorong kampus memaknai digitalisasi secara lebih dalam, bukan sekadar soal kecepatan, melainkan soal kejernihan dan transparansi. Hal itu disampaikannya dalam kuliah umum di Universitas Paramadina Cikarang, Sabtu (4/4/2026), yang diunggah di kanal YouTube-nya.
Menurut Anies, sistem digital menyimpan jejak, membentuk pola, dan memperlihatkan konsistensi maupun inkonsistensi. Dengan begitu, publik dapat memeriksa apakah suatu prosedur dijalankan dengan benar atau tidak.
“Banyak penyimpangan yang hidup dari ruang gelap, dari proses yang tidak terbaca, dari kebiasaan yang tidak meninggalkan jejak. Digital membuat semua menjadi transparan,” kata Anies.
Ia pun mendorong mahasiswa memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebagai asisten, bukan pengganti kemampuan berpikir. Dengan bekal critical thinking dan analytical thinking, AI dapat menjadi alat yang berdampak besar sepanjang hayat.
Namun ia mengingatkan, teknologi juga berpotensi memperlebar kesenjangan. Mengutip data UNESCO, ia menyebut 35 persen sekolah di dunia belum terkoneksi internet, sehingga sebagian siswa terancam semakin tertinggal.






