INAnews.co.id, Jakarta– Eks Menko Polhukam, Prof Mahfud MD menyambut positif pengumuman pimpinan Polri bahwa rekrutmen Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 akan berlangsung transparan, akuntabel, dan tanpa kuota khusus maupun jalur titipan. Menurutnya, kebijakan itu merupakan salah satu buah konkret dari kerja Komisi Reformasi Polri yang ia pimpin.
“Ada kesepakatan bahwa mulai sekarang di Polri tidak boleh ada titip-titipan, tidak boleh ada kuota khusus. Itu salah satu kesimpulan yang kami sepakati dan umumkan lebih dulu sebelum laporan diserahkan ke Presiden,” kata Mahfud dalam podcast Terus Terang, Selasa (14/4/2026).
Mahfud mengungkapkan bahwa Polri sendiri sebenarnya sudah lama menginginkan hal ini. “Kapolri bilang: kami senang, tapi harap para politisi jangan nitip. Jadi masalahnya bukan dari dalam Polri saja,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa laporan resmi Komisi Reformasi Polri telah rampung sejak 2 Februari 2026, namun hingga pertengahan April belum ada jadwal audiensi dengan Presiden Prabowo. Informasi terakhir yang diterimanya menyebutkan pertemuan baru akan dijadwalkan setelah Presiden kembali dari Jepang.
“Kalau presiden merasa sudah cukup dan tidak perlu diteruskan, ya tidak apa-apa. Negara yang menanggung untung ruginya,” kata Mahfud menutup pernyataannya.






