INAnews.co.id, Jakarta– Direktur Eksekutif INDEF, Esther Sri Astuti, menegaskan bahwa keberhasilan pasar karbon di Indonesia tidak semata-mata ditentukan oleh kerangka kebijakan dan regulasi. Faktor krusial lainnya adalah keselarasan frekuensi dan pemahaman serta kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, swasta, hingga mitra internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Esther dalam sambutannya pada acara Indonesia Carbon Market Outlook 2026: National Policy Dialog and Socialization on Perpres 110 yang digelar di Jakarta, Kamis (16/4/2026). Acara ini diselenggarakan sebagai ruang dialog bersama untuk mendukung langkah Indonesia dalam memasuki fase implementasi pasar karbon yang lebih terarah dan terkoordinasi, khususnya pasca diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.
“Melalui forum ini, kami sangat berharap dapat memperkuat pemahaman bersama, membuka ruang diskusi yang konstruktif, serta mengidentifikasi langkah-langkah yang strategis dan konkret untuk pengembangan pasar karbon di Indonesia ke depannya,” ujar Esther di hadapan para pejabat eselon 1 dan 2, narasumber, mitra pembangunan, serta peserta luring dan daring.
Sebagai lembaga think tank, INDEF memandang bahwa pengembangan pasar karbon di Indonesia tidak hanya penting untuk upaya penurunan emisi, tetapi juga untuk mendorong transformasi ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif. Saat ini, INDEF tergabung dalam Konsorsium PROTECT (Partnership and Registry Optimization for Transparency, Engagement, and Carbon Integrity and Trading) yang diketuai oleh EcoSecurities. Melalui inisiatif yang didukung oleh program UK PACT dari Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste tersebut, INDEF menyediakan analisis kebijakan, pendampingan strategis, serta menjembatani dialog antarpemangku kepentingan.
Acara yang turut dihadiri Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Dominik Jermi, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Diaz Faisal Malik Hendropriono, ini diharapkan menjadi titik awal untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi menuju pasar karbon Indonesia yang kredibel tidak hanya di tingkat domestik, tetapi juga global.






