INAnews.co.id, Jakarta– Indonesia dinilai belum kompetitif dalam hal keterjangkauan layanan internet. Nur Komaria (Peneliti Center of Digital Economy and SME), menyebut harga internet di Indonesia tergolong mahal dan kecepatan aksesnya masih lebih rendah dibandingkan sejumlah negara tetangga, khususnya Vietnam dan Tiongkok.
“Kalau dicompare dengan negara tetangga, kita tergolong cukup mahal, apalagi kalau dibandingkan dengan Tiongkok dan Vietnam. Dari segi kekuatan juga kita tergolong yang lebih rendah,” ujar Komaria dalam diskusi INDEF, Selasa (21/4/2026).
Kondisi ini menjadi hambatan serius bagi UMKM perempuan, terutama di wilayah 3T, untuk masuk ke ekosistem ekonomi digital. Riset INDEF menunjukkan bahwa keterjangkauan biaya internet merupakan faktor kunci yang menentukan apakah pelaku UMKM, terutama di perdesaan, mampu memanfaatkan e-commerce sebagai saluran pemasaran.
Komaria juga mengingatkan bahwa mahalnya internet turut memperbesar kerentanan masyarakat terhadap judi online dan pinjaman online ilegal, yang banyak menyasar ibu rumah tangga dan guru. Ia mendorong adanya program literasi digital dan keuangan yang secara khusus menyasar perempuan di daerah 3T.






