INAnews.co.id, Jakarta– Riset INDEF terhadap sekitar 19.000 usaha mikro di perdesaan Indonesia menemukan bahwa UMKM yang dipimpin perempuan memiliki probabilitas lebih tinggi untuk bertransaksi di e-commerce dibandingkan UMKM yang dipimpin laki-laki. Temuan ini disampaikan Eisha M. Rachbini (Direktur Program INDEF), dalam diskusi memperingati Hari Kartini, Selasa (21/4/2026).
“Perempuan yang di dalam UMKM ini lebih memiliki probabilitas untuk berpartisipasi di ekonomi digital, dalam hal ini lebih cenderung melakukan transaksi di e-commerce dibandingkan laki-laki,” jelas Eisha.
Menurutnya, hal ini berkaitan dengan kebiasaan perempuan yang lebih adaptif terhadap transaksi digital dalam kehidupan sehari-hari. Adaptivitas ini, bila diarahkan secara produktif melalui literasi digital yang tepat, dapat menjadi kekuatan besar penggerak ekonomi digital nasional.
Aisyah menekankan bahwa kunci mendorong partisipasi perempuan di ekonomi digital bukan sekadar menyediakan akses tetapi juga memastikan akses tersebut dimanfaatkan secara produktif untuk memperluas pasar usaha mereka.






