INAnews.co.id, Jakarta– Anies Baswedan menguraikan tiga pilar yang menurutnya harus diintegrasikan dalam pendidikan tinggi, yakni karakter, kompetensi, dan teknologi. Ketiganya, kata dia, selama ini kerap diajarkan secara terpisah-pisah di kampus.
“Karakter memberi arah, kompetensi memberi daya, teknologi memberi jangkauan. Ketiganya harus menjadi satu,” ujarnya dalam kuliah umum di Universitas Paramadina Cikarang, Sabtu (4/4/2026).
Anies menjelaskan, karakter dalam pendidikan tinggi harus dipahami sebagai kemampuan menjaga batas ketika ada kesempatan untuk menyimpang. Karakter bukan sekadar dekorasi dalam brosur kampus, melainkan harus terwujud dalam kebiasaan nyata, mulai dari kejujuran saat ujian hingga pencantuman sumber yang jujur dalam penulisan karya ilmiah.
Sementara untuk kompetensi, ia mengutip data World Economic Forum yang menyebutkan 39 persen keterampilan kerja saat ini akan usang pada 2030. Karena itu, ia mendorong kampus fokus membekali mahasiswa dengan critical thinking, analytical thinking, serta kemampuan belajar dan belajar ulang (learning dan unlearning).






