INAnews.co.id, Jakarta– Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia memasuki babak baru yang lebih strategis. Dalam pertemuan hangat di Moskow, Presiden Vladimir Putin menyambut kunjungan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang bertujuan untuk memperkuat kerja sama di sektor ekonomi, energi, hingga ketahanan pangan.
Dalam suasana yang akrab, Presiden Putin menyoroti pertumbuhan perdagangan kedua negara yang mencapai 12,5%pada tahun lalu. Ia menekankan bahwa Indonesia adalah mitra kunci bagi Rusia, terutama di bidang-bidang krusial.
“Hubungan kita memiliki karakter khusus yang kini diisi dengan konten konkret, mulai dari energi, luar angkasa, hingga farmasi,” ujar Putin.
Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasihnya atas sambutan cepat dari pihak Rusia meskipun pertemuan tersebut dijadwalkan dalam waktu singkat. Salah satu poin utama yang disampaikan Prabowo adalah apresiasi atas dukungan Rusia terhadap langkah Indonesia bergabung ke dalam BRICS.
“Tujuan kedatangan saya adalah untuk berterima kasih secara langsung atas dukungan Rusia bagi Indonesia, termasuk proses bergabungnya kami di BRICS yang berlangsung sangat cepat,” ungkap Prabowo.
Selain membahas geopolitik dunia yang penuh ketidakpastian, Prabowo secara tegas menyampaikan visi Indonesia untuk menjadi bangsa yang mandiri. Ia menekankan bahwa kolaborasi dengan Rusia diharapkan mampu memperkuat pilar utama kedaulatan Indonesia.
* Swasembada Pangan: Memastikan tidak ada lagi rakyat yang kelaparan.
* Kemandirian Energi: Mengamankan pasokan energi nasional di tengah gejolak global.
* Kerja Sama Ekonomi: Mempercepat realisasi proyek-proyek strategis dan transaksi finansial.
Pertemuan ini juga diwarnai momen menarik saat Prabowo memberikan ucapan selamat Paskah dan memperingati Hari Kosmonot (12 April) kepada rakyat Rusia. Ia bahkan menceritakan betapa besarnya pengaruh sejarah antariksa Rusia di Indonesia.
“Di Indonesia, banyak anak-anak yang diberi nama Gagarin atau Yuri,” kenang Prabowo, yang disambut hangat oleh Putin sebagai bentuk toleransi lintas agama dan budaya yang luar biasa.
Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pemimpin untuk terus melakukan konsultasi intensif guna menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan di tengah situasi dunia yang terus berubah cepat.






