Menu

Mode Gelap
JJ Rizal: Kata “Oknum” Lahir untuk Tutupi Korupsi Tentara Sejak 1957 Ikrar: Militer Indonesia tak Pernah Benar-benar Tunduk pada Otoritas Sipil Prabowo Lantik Enam Pejabat Baru di Istana: Siap Kerja Wujudkan Program Prabowo Ketua AJI: Tentara Jadi Kelompok Kedua Pelaku Kekerasan terhadap Jurnalis Bupati Berau Hamburkan Rp2,3 Miliar untuk Empat Acara Rutin, CBA Minta Kejagung Turun Tangan YLBHI: Peradilan Militer Jadi Mesin Impunitas

KEUANGAN

Sudirman Said: Fiskal Negara Mengkhawatirkan, Pemerintah tak Tunjukkan Sense of Crisis

badge-check


					Sudirman Said: Fiskal Negara Mengkhawatirkan, Pemerintah tak Tunjukkan Sense of Crisis Perbesar

INAnews.co.id, Jakarta– Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, menyatakan kondisi fiskal Indonesia saat ini patut dikhawatirkan, sementara pemerintah tidak menunjukkan kesadaran akan krisis yang sedang terjadi. Hal itu ia sampaikan dalam diskusi di FISIP UIN Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Sudirman, yang mengaku bukan ekonom namun pernah menjadi auditor, menjelaskan bahwa hanya ada dua cara mengelola fiskal ketika negara dalam kondisi sempit: menaikkan pendapatan atau menurunkan belanja. Namun, menurutnya, tidak ada tanda-tanda kedua hal itu dikerjakan dengan baik. Investasi tidak naik signifikan karena tidak ada kepastian hukum, kebijakan yang konsisten, dan birokrasi yang bersih. Sementara belanja negara tidak berkurang, bahkan terjadi pergeseran dari sektor-sektor produktif ke program-program yang dinilai melawan logika publik.

“Kepala negara kita tidak menampilkan sense of crisis,” ujar Sudirman. Ia juga menyebut kondisi daerah sangat terdampak akibat berkurangnya transfer ke daerah, dengan mencontohkan 53.000 tenaga P3K di NTT yang terancam bila pemangkasan benar-benar terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga

Investasi Kuartal I 2026 Tembus Rp498,79 Triliun

22 April 2026 - 22:45 WIB

Catut Nama Presiden Prabowo, CWIG Desak Kasus PT BAT Bank Naik ke Penyidikan Polisi

18 April 2026 - 07:31 WIB

Kelas Menengah saat Ini Menghadapi Tekanan Berat

16 April 2026 - 16:58 WIB

Populer KEUANGAN